Write Your Legacy

Beberapa hari yang lalu, seorang teman mengirimkan sebuah foto kepada saya. Foto itu adalah foto sebuah kepada saya. Foto itu adalah foto sebuah keluarga yang kurang beruntung yang tinggal di Jalan Raya Sesetan, Gang Rijasa No 4. Denpasar Bali. Teman saya itu mengungkapkan keinginannya untuk berkunjung dan saya pun tergerak untuk ikut serta. Di tempat saya bekerja, Giving bukan sesuatu yang baru, namun perasaan saya pergi dengan seorang teman tanpa embel-embel perusahaan, melakukan sesuatu yang sederhana untuk orang lain, ternyata sangat mengharukan.

Mereka adalah keluarga sangat sederhana, seorang ibu dengan tiga orang putera, yang ketiganya mengalami keterbelakangan mental. Sang ibu, single fighter, sang ayah entah dimana. Sesungguhnya, sang ibu memiliki satu putera lagi yang lahir dalam keadaan sehat, telah menikah, punya keluarga sendiri, namin si anak meninggalkan sang ibu sendiri, merawat anak-anak lain yang kurang beruntung ini. Kunjungan hanya 30 menit itu mengingatkan kita bahwa :

  1. How lucky we are

Yup betul bukan? Betapa beruntungnya Anda, kita semua. Yang lahir sempurna, sehat jasmani rohani, tanpa kekurangan suatu apapun. Tak peduli apakah Anda lahir di keluarga orang kaya sangat relatif), orang tua bercerai atau tidak, anak tunggal atau saudara selusin, tapi Anda sehat, bersekolah dan yang paling penting Anda mampu bekerja, Anda bisa berinvestasi, berkeluarga, dan melakukan hal-hal lain yang anda cita-cita kan.

  1. We Have Not Worked Hard Yet

Mungkin beberapa dari kita sudah merasa bekerja, membanting tulang, berdedikasi, sudah berkontribusi besar dan bentuk kerja keras lainnya. Namun ternyata tidak… masih banyak orang orang yang ternyata bekerja lebih keras darikita, berjuang lebih kuat dari kita, menginspirasi lebih banyak dari kita. Hidup seperti deretan anak tangga yang panjang, dan memang pasti terengah-engah menaikinya. Jadi, STOP Complaining, ayo jalani dengan semangat.

  1. You will realize that you are so rich

Saya bukan sok idealis, atau mau pamer soal giving, tapi giving  bukan sesuatu yang haru anda lakukan susah payah, mencari-cari rumah reot ke gang-gang kumuh, atau berburu ke panti-panti. Giving selalu mulai dari lingkungan sekitar kita, dan tidak melulu soal kemiskinan. Sudahkan anda memperhatikan orang tua? Adakah dari keluarga terdekat yang tidak bisa melanjutkan sekolah, apakah pembantu rumah tangga kita punya pakaian yang cukup layak, adakah teman kita yang sedang tertimpa musibah atau sakit. Mencontek nasihat A’a Gym, yaitu Tiga M : mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai sekarang.

  1. Good Values

Di dunia ini selalu ada yg lebih, lebih kaya, lebih pintar, lebih melarat, lebih bersedih, dan lebih-lebih lainnya. Sebagai individu yang unik, salah satu yang membedakan kita satu dengan yang lainnya adalah values. Values kita bisa saja dibentuk dari ilmu pengetahuan, pengalaman hidup, karakter, trauma, atau unsur kehidupan lainnya. Values diri yang baik, tidak akan membuat diri kita tumbuh menjadi manusia yang masa bodoh. How to have good values? Appreciation, compassion and caring.

  1. Don’t Give Up

Selama hayat dikandung badan, manusia, kita, pasti selalu menghadapi tantangan. Entah itu karir, finansial, keluarga, pertemenan bahkan pencapaian goal kita sendiri. Sesulit apapun selalu ada jalan. Langkah yang paling sederhana adalah, manage our expectations. Ingat, saat anda, kita mengidolakan seorang yang sukses, mereka sudah jauh lebih dulu mengalami kepahitan. Tidak ada kesuksesan, pencapaian dan kebahagiaan yang bisa terwujud dalam semalam. Ibu yang kurang beruntung itu saja begitu kuat menghadapi kehidupan, jadi anda, kita, pasti lebih kuat.

 

“Live so that when your children think of fairness and integrity, they think of you”, H.Jackson Brown, Jr.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri