Warung Ole – Ruang Keluarga untuk Bersantap dan Berkumpul

Namanya, diambil dari nama sebuah dusun cantik tidak jauh dari Candi Margarana, Tabanan – Bali, inilah desa asal keluarga besar pemilik warung Ole, yang kemudian menjadikan nama dusunnya tempat mereka tumbuh sebagai nama restauran yang mereka kembangkan. Kehangatan penduduk dusun Ole menjadi inspirasi untuk menghadirkan “tempat bertemu & bersantap” yang asri di tengah kota Denpasar. Inilah warung yang menyajikan kumpulan resep keluarga dan sahabat yang otentik, unik, segar, sarat bumbu dan lezat, di tengah suasana kebun yang asri.

Berdiri sejak tahun 2008 lalu, warung ini terus mengalami pertumbuhan, kunjungan pun selalu meningkat setiap tahunnya. Tidak heran memang, karena warung ini sejak awal sudah dikonsep sebagai tempat bertemu dan bersantap, bukan hanya sekadar makan dan kemudian pergi, namun juga untuk gathering, meeting atau ketemu teman lama di tengah suasana yang nyaman. Itulah sebabnya mengapa kemudian warung ini banyak digunakan sebagai tempat untuk menggelar acara ulang tahun, arisan, reuni dan bahkan small wedding, yang sampai sejauh ini sudah beberapa kali digelar.

“Khusus untuk small wedding, di sini sudah lebih dari lima kali digelar, kadang datang beberapa orang ingin merayakan pernikahan kecil-kecilan dengan suasana lebih private dan biaya lebih terjangkau, dan itu bisa dilakukan di sini daripada harus keluar ongkos lebih besar dengan merayakannya di villa atau hotel,” ungkap Trisna selaku pemilik warung Ole. Dengan kapasitas 60 orang, warung ini bisa mempersiapkan tempat sesuai dengan kebutuhan aktivitas lainnya. Ketika kami berkunjung, masih terdapat beberapa balon yang terpasang memenuhi beberapa sekat ruang di warung ini, sisa pesta ultah yang digelar hari sebelumnya.

Warung Ole juga secara periodik, bekerjasama dengan salah satu event organizer menggelar kid day, acara yang dikhususkan untuk anak-anak, dimana warung Ole menyiapkan berbagai atribut dan perlengkapan permainan yang menunjang aktivitas anak-anak. Dan sekejap merubah warung Ole menjadi play ground yang meriah. Sementara jika malam berganti, maka suasana warung Ole demikian intim dan romantis, alunan live musik yang digelar bisa menjadi pelepas penat Anda sembari menyantap menu masakan khas rumahan spesialisasi warung Ole. Yup, menu di warung Ole sangat khas. Sebagai warung, maka suasana bukan jualan utama mereka, namun juga sajian santapan yang mereka hidangkan. Di warung ini, makanan yang tersedia tidak memiliki tema spesifik, seperti makanan Jepang atau barat misalnya. Namun dikonsep sebagai kumpulan masakan dengan resep dari keluarga dan sahabat, itulah ide awal yang justru memperkuat positioning warung ini dimata pelanggan. “Ada keluarga atau teman yang memberikan resap, semua kita kumpulkan dan realisasikan dalam menu-menu di warung ini, yang menjadikan kita unik dan tidak ada di tempat lain. Jadi menu kita otentik dari kumpulan resep keluarga dan sahabat,” lanjut Trisna memaparkan konsep menu yang tersedia di warungnya. Beberapa menu asli dari dusun Ole seperti es rujak kelapa dan nasi kuning Bali juga dapat dinikmati diwarung ini.

Tim manajemen warung Ole meyakini, dengan passion yang kuat untuk mewujudkan menu masakan yang disukai orang, ditambah dengan konsep kekeluargaan yang terjalin erat, maka setiap customer yang datang bisa memperoleh kepuasan atas hidangan yang disajikan, dan membawa mereka untuk datang kembali. Dengan total karyawan sebanyak 20 orang, warung yang berdiri di atas tanah seluas sekitar 9 are tersebut dikelola sebagai family business, “di Warung Ole ini, kami bekerja dari keluarga, untuk keluarga dan dibantu keluarga, dan semoga bermanfaat untuk keluarga dan keluarga-keluarga lainnya,” tutup Trsina mengakhiri perbincangan.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter