Tom Cruise – Mission Impossible Rogue Nation

Dalam rentang 20 tahun hanya menelurkan lima judul, Mission: Impossible jelas bukan franchise paling produktif yang pernah ada, tetapi berbicara soal subgenre spionase modern, adaptasi serial televisi klasik ini jelas salah satu yang terbaik. Seri ke-empatnya, Ghost Protocol yang dirilis empat tahun lalu bisa jadi titik balik yang sangat berpengaruh buat  perjalanan ke depan action spy satu ini. Siapa sangka perseteruan Tom Cruise dengan Paramount pasca seri ketiganya berujung sebuah penyegaran positif  di Ghost Protocol, hasilnya tidak main-main? Pedapatan masif di tanggan box office sekaligus menobatkan Ghost Protocol sebagai seri Mission Impossible terlaris sampai saat ini.

Apa yang dilakukan Tom Cruise dan sutradara Brad Bird di Ghost Protocol memberi asa bahwa franchise satu ini punya masa depan yang cerah. Tom Cruise meski sudah melewati umur separuh abad, ia tetap adalah nyawa penting buat seri Mission Impossible, dan juga dengan perubahan susunan cast pendukung yang lebih fresh menjadi salah satu alasan menagap Ghost Protocol tampil kuat tentu saja selain kualitas action yang luar biasa. Jadi membuat kembali instalemen ke-limanya yang diberi tajuk Rogue Nation pastinya menjadi tantangan tersendiri buat Christopher McQuarrie.  McQuarrie sendiri sebenarnya bukan orang baru buat Tom Cruise, terhitung sudah empat kali keduanya bekerja sama dalam film-film macam Valkyrie, Jack Reacher sampai Edge of Tomorrow.

Jadi bagaimana menggambarkan Rogue Nation? Jika 10 menit pertamanya saja Rogue Nation sudah menampilkan sekuens berani Tom Cruise yang  bolak-balik sempat dipamerkan dalam trailer-nya, yakni momen di mana  Ethan Hunt nekat bergelantungan di Airbus A400 di yang melaju kencangan di ketinggian 5000 kaki. Jadi bisa dibayangkan apa yang ditawarkan oleh McQuarrie di sisa durasinya jika opening scene-nya saja sudah segila itu? Ya, Rogue Nation masih membawa nafas yang sama dengan Ghost Protocol, sebuah aksi spionase khas Mission Impossible dengan misi-misi mendebarkan, kerja sama tim yang solid, perlatan-perlatan ajaib lengkap dengan segudang action keren pemacu adrenalin, tema konspirasi tingkat tinggi, plot twist dan tentu saja Tom Cruise yang seperti tidak pernah berhenti berlari dan memukau.

Jika dibandingkan dengan seri-seri terdahulunya, sebenarnya plot yang ditawarkan Rogue Nation tidak terlalu kuat meski secara konsep ia sangat potensial menjadi salah satu seri dengan cerita terbaik. Masalahnya, Syndicate sebagai musuh baru berlebel kelompok krimininal Internasional (baca: teroris) yang katanya merupakan anti-IMF dengan pimpinannya yang sangat licin ternyata tidak sampai segarang itu pada akhirnya.

Ya, Ethan Hunt dan kawan-kawan memang terlalu tangguh hingga seri kelimanya ini meski tanpa dukungan pemerintah yang emoh melanjutkan proyek IMF yang menurut petinggi CIA, Alan Hunley (Alec Baldwin) sepak terjang lebih banyak mudarat-nya ketimbang manfaatnya. Jadi yang kemudian dilakukan Ethan Hunt adalah ia bersama teknisi IMF Benji Dunn (Simon Pegg) dan sosok perempuan cantik misterius Ilsa Faust (Rebecca Ferguson) melacak sekaligus kalau bisa menghacurkan Syndicate sembari lari dari kejaran CIA yang terus memburunya. Tentu saja selalu ada harapan tinggi di setiap seri terbaru Mission Impossible, pertanyaannya, “kirakira kegilaan apa yang kini akan dilakukan Ethan Hunt?”. Ya, setelah apa yang pernah disajikan Brad Bird dengan  Burj Khalifahnya yang bahkan saya nobatkan sebagai salah satu momen aksi terbaik dalam sejarah action movie, apa yang bisa dilakukan McQuarrie untuk membuat Rogue Nation melebihi atau paling tidak bisa menyamai sensasi Ghost Protocol? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Tidak, bukan karena aksi yang ditawarkan McQuarrie di sini tidak memukau melainkan karena insden Burj Khalifah itu sudah memasang standart kelewat untuk kemudian bisa ditandingi, tidak dengan bergelantungan di pesawat, tidak dengan momen penyusupan di gedung server di Maroko atau  kebutan-kebutan BMW S 1000 RR tanpa helm yang sangat ciamik itu. But still, setiap momen aksi di Rogue Nation itu bagus, sangat bagus dan yang pasti menebalkan semangat impossiblenya dalam tugasnya memompa adrenalin penonton hingga ke titik didih maksimal dengan banyak adegan yang mungkin akan susah masuk logika, apalagi selidik punya selidik setiap stunt-nya nyaris tidak melibatkan batuan CGI.

Satu hal yang fatal di sini mungkin selain plotnya yang kurang greget, adalah penampilan Tom Cruise sendiri. Bukan berarti ia menjadi lambat atau kurang jago, Ethan Hunt di Rogue Nation masih sama garang dengan pemunculan perdananya 1996 lalu, yang kurang adalah ketika narasi McQuarri.

tidak memberi Hunt konflik internal pelik seperti seri-seri sebelumnya. Hunt seperti tidak bernyawa, ia hanya terlihat seperti robot tangguh yang susah mati, berlari ke sana kemari dan bertarung dengan penuh gaya dan ketangguhan seperti biasanya, namun tidak ada emosi di karakternya yang membuat feel manusiawinya sedikit berkurang. Beruntung cast pendukung baik yang lawas macam Jeremy Renner, Ving Rhames, si kocak Simon Pegg sampai tokoh baru yang dimainkan si cantik Rebecca Ferguson sebagai Ilsa Faust yang misterius sedikit banyak menutupi kekurangan sang jagoan utamanya.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri