TOKYO

  • Rainbow Bridge , views from Deck-Odaiba

Rainbow Bridge adalah jembatan gantung yang melintasi bagian utara Pelabuhan Tokyo, tepatnya di Odaiba, dan dibangun dari tahun 1987 – 1993. Jembatan dengan panjang 798 meter dicat berwarna putih agar selaras warna langit kota Tokyo yang dapat dilihat dari Odaiba. Ada lampu yang ditempatkan pada kerangka jembatan dalam tiga warna yang berbeda, merah, putih dan hijau dan dinyalakan setiap malam menggunakan energi matahari yang diperoleh pada siang hari. Di dekat Rainbow Bridge juga terdapat menara kebanggaan penduduk Tokyo, yaitu Tokyo Sky Tree

  • Pagoda Sensoji

Pagoda bertingkat lima ini terletak di sebelah kiri gerbang Homozon, kompleks Kuil sensoji di Asakusa-Tokyo. Tinggi pagoda ini kira-kira 53 meter dan sangat indah di malam hari saat menyala. Pagoda tertinggi kedua di Jepang ini selesai dibangun pada tahun 1942 namun pada tahun 1648 direkonstruksi oleh Tokugawa setelah terbakar hebat dan di lantai teratas pagoda ini terdapat relik (barang peninggalan) Budha.

  • Tumpukan Sake di Meiji Jingu 

Kuil Meiji (Meiji Jingu) adalah kuil Shinto yang didedikasikan untuk roh Kaisar Meiji dan istrinya, Permaisuri Shoken. Meskipun terletak di daerah padat, Shibuya-Tokyo, namun saya bisa merasakan kedamaian dan kesejukan dari pemandangan hutan cemara yang indah dan gerbang kayu (tori) yang benar-benar menarik perhatian mata saya. Saya juga tidak melewatkan tumpukan beberapa barel minuman tradisional Jepang, sake (nihonshu), yang tersusun rapi saat memasuki area utama kuil. Tumpukan sake ini adalah hasil sumbangan beberapa perusahaan besar di Jepang selama bertahun-tahun.

  • Prosesi Pernikahan Shinto di Meiji Jingu

Saya beruntung, saat ke berkunjung ke Kuil Meiji, saya berkesempatan untuk menyaksikan proses yang agung dari pernikahan Shinto. Prosesi ini merupakan salah satu bagian dari upacara pernikahan Shinto. Prosesi ini dipimpin oleh dua orang imam dan dua gadis kuil, diikuti oleh pasangan pengantin pria yang mengenakan kostum tradisional kimono hitam dan pengantin wanita memakai kimono putih dengan topi putih berukuran besar dan diikuti oleh keluarga dari kedua mempelai. Pernikahan dengan cara tradisional khas Jepang ini ternyata sangat mahal!

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri