Sherly Sandberg – Don’t Hate Her, because she’s successful

Itulah judul besar yang dipasang majalah Time ketika mereka mengangkat Sherly Sandberg sebagai Cover Model. Betapa tidak, wanita yang sukses membawa Google melejit, memutuskan untuk hengkang dan bergabung dengan Facebook. Dan hebatnya, ia menularkan kesuksesan yang sama untuk aplikasi sosial media terbesar di dunia ini. Dengan kapasitas manajerial dan juga pengetahuan dalam persaingan dunia teknologi yang mumpuni, tak kelak Mark Zuckerberg mempercayakan posisi sentral sebagai Chief Operating Officer (COO) Facebook kepadanya. Lalu siapa sebenarnya wanita ini?

Sherly Sandberg adalah eksekutif wanita pertama yang berhasil mendapatkan jabatan tertinggi sebagai COO Facebook. Perjalanan karirnya hingga berhasil mencapai posisi seperti saat ini tentunya tidak mudah. Dedikasi yang tinggi telah ia buktikan dengan semua prestasi yang ia torehkan. Bak tukang sulap yang bermain di atas panggung, Sherly berhasil membuat para penonton takjub atas performa yang ia tampilkan di perusahaannya.

Sherly kecil lahir dengan nama lengkap Sherly Kara Sandberg pada 28 Agustus 1969 di Washington DC. Ia terlahir dari pasangan Ayahnya Joe Sherly dan Ibunya yang bernama Adele. Ia merupakan sulung dari 3 bersaudara. Keluargany merupakan keluarga yang sangat mengutamakan pendidikan terhadap anak-anaknya, sang Ayah bekerja dalam bidang kesehatan sedangkan ibunya merupakan guru bahasa Perancis di wilayah tempat tinggalnya. Sherly tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang baik dan sangat mendukung minat dan bakatnya.

Sherly terkenal sebagai pribadi yang rajin dan juga amat cerdas. Di tahun 1987, dirinya masuk ke Akademi Harvard mengambil bidang ekonomi dan ia berhasil mendapatkan predikat kelulusan sebagai lulusan terbaik summa cumlaude. Selain itu, ia juga mendapatkan penghargaan John H. Williams Prize, yang merupakan penghargaan bergengsi untuk para wisudawan berprestasi Akademi Harvard. Pribadinya yang membumi dan sangat cerdas, membuat seorang dosen, larry Summers menjadikan dirinya sebagai salah satu asisten, yang mengantarkan Sherly kemudian bekerja di World Bank dalam sebuah proyek di India selama satu tahun.

Setelah menamatkan program MBA-nya, ia meneruskan pada jenjang Ph.D di Universitas Harvard dalam bidang minat yang sama. Dan lagi, ia kembali lulus dengan title sebagai lulusan terbaik Universitas Harvard pada tahun 1995.

Setelah lulus pada tahun 1995, ia masuk ke sebuah perusahaan keuangam McKinsey & Company sebagai konsultan manajemen. Setelah satu tahun berselang, ia keluar dari perusahaan tersebut dan ditawarkan oleh mantan dosennya untuk mengisi posisi staf kenegaraan bidang kebendaharaan di masa pemerintahan Bill Clinton.

Tahun 2001, ia kembali ke ranah koorporasi dan bergabung dalam jajaran Google. Di sana ia menempati posisi Global Online Sales & Operations yang membawahi pemasaran dan media periklanan Google. Di Google ia memang mendapatkan posisi yang tidak main-main, dan mampu mengantarkan Google mencapai kesuksesan yang luar biasa, Sherly membawa pertumbuhan besar dalam operasi Internasional dan bisnis berbasis iklan yang sangat menguntungkan Google pada waktu itu. Saat Sherly meninggalkan Google, ia meninggalkan 20.000 orang yang sangat mengagumi dan menghormatinya. Namun dengan alasan pengembangan karir yang lebih baik, akhirnya pada tahun 2008 ia memutuskan untuk berpindah dari Google ke Facebook.

Setahun sebelumnya, Sherly sudah berkenalan dengan Zuckerberg, tepatnya di akhir tahun 2007. Mereka berjumpa dalam perayaan pesta Natal yang diselenggarakan oleh Dan Rosenweig. Padahal ketika itu, Sherly tengah mempertimbangkan tawaran untuk menjadi Senior Executive di The Washington Post Company. Sherly dan Zuckerberg berjumpa kembali di acara World Economic Forum di Davos, Swiss. Tepat pada Maret 2008, akhirnya Facebook secara resmi mengumumkan Sherly sebagai Direktur Operasional (COO).

Ketika Sherly datang, Facebook hanya memiliki karyawan 800-an orang, yang rata-rata engineer dan tidak memahami manajemen. Mereka hanya fokus pada pengembangan jumlah pengguna. Itu sebabnya, Sherly membuat program iklan yang akan digunakan sebagai mesin pencetak keuntungan. Namun di awal, program ini tidak mudah diaplikasikan. Setelah melakukan berbagai uji coba, akhirnya mereka dan Sherly menemukan format penayangan iklan yang diselipkan lewat lini masa. Facebook menayangkan perdana iklan komersial pada akhir musim semi tahun 2008. Program ini rupanya berhasil dan Facebook akhirnya berhasil membukukan keuntungan di tahun 2010.

Setahun berikutnya, Sherly memperoleh gaji pokok sebesar US$300.000 hasil kontribusi besarnya. Besaran gaji tersebut belum termasuk insentif berupa kepemilikan saham di Facebook senilai US$ 30,49 Juta per tahunnya. Sherly pun diperkirakan memiliki aset lebih dari US$1,45 miliar pada pertengahan Mei 2012. Aset itu dimiliki Sherly dalam wujud saham Facebook.

Sherly dinobatkan majalah Forbes sebagai waniita paling berkuasa nomor 5 di dunia. Tahun 2012, dia masuk daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time. Kekayaannya semakin melimpah seiring dengan naiknya valuasi saham Facebook. Awal tahun 2014, diperkirakan Sherly memiliki harta kekayaan mencapai USD 1 miliar. Jadi, jika kita sekarang cukup rajin untuk beriklan melalui facebook, itu adalah hasil karya dari wanita tangguh yang satu ini. Dan itu, akan membuatnya terus menjadi semakin kaya.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri