Sering membuka Sosial Media bisa jadi Pemicu Depresi

Setelah dua edisi kami membahas tentang tips kesehatan terkait nutrisi dan kecantikan. Kali ini kami akan membahas tentang tips kesehatan dari sisi psikologi. Jika melihat judul di atas, benar kah semakin sering kita membuka sosial media akan membuat kita semakin depresi? Depresi dari penggunaan sosial media timbul dalam bentuk perasaan tidak bahagia, rasa iri, setelah menggunakan sosial media. Walau begitu, para ahli kesehatan tidak merekomendasikan pengguna aktif untuk log out selamanya dari sosial. Hanya saja, bila 1 dari 4 tanda ini mulai Anda alami, sebaiknya cuti sejenak dari semua sosial media selama setidaknya 1 hari untuk menghindari risiko terkena depresi. Berikut adalah dampak buruk kesehatan jiwa di balik sosial media.

  1. Sosial media berisi banyak kabar buruk

Jika hari ini akun sosial media diisi oleh barita politik, ekonomi, atau berita apapun yang membuat hati panas, atau banyak berota menyediakan dari teman atau keluarga, istirahatlah sejenak dari dunia maya setidaknya hingga besok pagi.

Posting-poisting atau paparan berupa berita negatuf dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan mental Anda. Jadi, jika suasana hati Anda menjadi “suram”, karena isi berita sosial media hari ini, saatnya berjalan-jalan menikmati dunia luar, agar suasana hati Anda bisa kembali ceria demi kesehatan mental yang tetap terjaga.

  1. Saat melihat postingan kerabat ada rasa iri yang sangat

Ketika Anda sedang menikmati isi akun Instagram atau Path, lalu Anda melihat seorang kerabat mengenakan pakaian barunya yang keren, atau berposes dengan pasangannya yang begitu ideal, wajar bila ada rasa sedikit cemburu sebagai bentuk sifat manusia.

Tetapi, ketika perasaan itu melampaui kewajaran, katakankah itu membuat Anda mengeluarkan banyak uang untuk belanja pakaian atau langsung merencanakan sebuah postingan yang tak kalah “mengesankan”, beristirahatlah! Saat sosial media mampu memicu perasaan cemburu yang berlebihan, itu pertanda Anda sudah terlalu banyak menggunakannya.

  1. Merasa tidak mampu

Ketika Anda melihat sebuah postingan kerabat yang sedang berlibur, Anda merasa tidak mampu melakukan hal yang sama karena terjebak dengan rutinitas kantor, atau saat Anda melihat postingan kerabat yang menghabiskan jumat malamnya bersama teman-temannya, Anda jadi merasa tidak punya banyak teman, karena harus menghabiskan jumat malam sendiri. Padahal, sangat penting untuk diingat, sama halnya seperti Anda hanya memosting foto narsis terbaik, kerabat Anda hanya ingin mengungkapkan kesenangannya di sosial media.

Jadi, itu seharusnya tidak masalah. Hanya saja, jika postingam kerabat membuat Anda merasa sedih, karena munculnya perasaan tidak mampu atau tidak seberuntung orang lain, maka secara psikologis Anda perlu beristirahat.

 

  1. Anda merasa sangat kesepian setelah melihat sosial media.

Sosial media dimaksudkan untuk membuat Anda tetap terhubung, tapi terlalu banyak “bermain” sosial medoa bisa berdampak sebaliknya. Anda akan merasa kesepian dan sendirian. Pasalnya, konekso online dapat dengan mudahnya membuat Anda merasa tidak puas jika kondisi mental Anda sedang lemah.

Jadi, ketimbang menghabiskan waktu untuk melihat postingam kerabat di sosial media, bertemulah langsung untuk makan es krim atau pergi ke gym untuk menyegarkan pikiran dan mental. Itu akan membuat Anda merasa tak kesepian lagi.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri