Ruth – Sajikan Kudapan Ala Keluarga Paman Sam

Sepotong Red Velvet Cake dengan warna merah nyala beserta lumeran krimnya yang menggiurkan terpajang cantik di balik kaca display. Tak ketinggalan sang primadona Carrot Cake dan si lembut Chocolate Cake ikut serta menggugah selera. Sementara itu warna-warni cemerlang Cupcakes juga menjadi daya pikat yang menyegarkan mata dan lidah. Semua jenis kue otentik Amerika tersebut diracik sendiri oleh Ruth Dennis Gucker.

Melalui toko kuenya “Ruth’s Dessert” yang terletak di bilangan Bypass Ngurah Rai Sanur, Ruth bersama suaminya John ingin memperkenalkan kue tradisional khas Negeri Paman Sam kepada para pecinta kuliner di Pulau Dewata. Berbekal resep kue dari keluarga besarnya serta kreasinya sendiri, wanita yang fasih berbahasa Indonesia itu pun mampu menciptakan lebih dari 10 jenis kue untuk disajikan di Ruth’s Dessert. “Sejak dulu saya memang suka memasak. Ibu saya mengajarkan saya tentang cara membuat kue. Saya pun tumbuh bersama resep kuenya. Membuat kue pun menjadi salah satu hobi saya. Saya senang dengan kemampuan saya tersebut. Saya bisa membuatkan kue yang enak untuk orang-orang terdekat, terutama untuk suami dan anak-anak saya. Mereka sangat suka strawberry cake buatan saya,” jelasnya.

Wanita yang menetap hampir 15 tahun di Bali itu pun menekankan bahwa kue-kue olahannya tersebut sejatinya merupakan kudapan atau makanan pencuci mulut yang biasanya dihidangkan di tengah-tengah keluarga Amerika. “Semua kue yang saya buat ini tergolong kue tradisional Amerika. Kalau Anda ke Amerika, hampir sebagian besar keluarga di sana bisa membuat kue-kue ini. Mereka mendapatkan resep yang konon secara turun temurun diberikan dari nenek moyang mereka. Itu pula yang terjadi dengan saya. Kebanyakan resep kue yang saya punya merupakan warisan dari nenek saya” ungkap wanita yang pernah berprofesi sebagai perawat itu.

Suaminya, John menunjukan kue Hummingbird kreasi Ruth yang ternyata cita rasanya diadopsi dari resep turun-temurun tante Ruth sendiri. “Bahkan, chocolate cake dan kue pie Amerika yang sohor itu berasal dari resep kuno, berabad-abad,” terang John. Menurut John, karakter kue Amerika sangat berbeda dengan kue dan roti Eropa, apabila ditinjau dari tradisi antara keduanya. “Bakery & Pastry di Eropa menjadi begitu sangat eksklusif. Banyak chef yang kemudian terjun secara khusus menangani bakery & pastry di restoran dan hotel. Di sana, segala jenis dessert dan manisan memang dikomersialkan dan diarahkan menjadi sebuah industri,” terangnya.

Namun di Amerika justru berbeda, tradisi membuat kue justru berawal dari dapur rumahan. Setiap keluarga Amerika bisa membuat sebuah kue pie dari resep turun temurun keluarga mereka. “Di Amerika, mereka yang tinggal jauh dari kota, jauh dari tetangga, harus bisa membuat kue sendiri. Itu yang membuat justru resep kue-kue mereka jauh lebih sederhana. Sementara, european cake justru agak rumit. Keduanya memang punya cita rasa nikmat tersendiri, dimana juga punya desain, tujuan, dan tradisi yang berbeda,” papar pria yang berlatarbelakang insinyur pertanian.

Dari Rumah ke Restoran Optimis dengan konsep dan resep American cake mereka yang unik serta otentik, Ruth dan Jones pun mendirikan Ruth’s Dessert pada 2008 lalu di Bali. “Kami lihat di Bali masih jarang ada sebuah cake shop atau restoran yang khusus menghidangkan authentic American dessert. Jadi, tidak ada salahnya untuk dicoba,” tutur Ruth. Usut punya usut, sebelum mendirikan toko kuenya sendiri, Ruth mengawali usahanya dari dapur rumahnya di bilangan Sekuta, Sanur pada 2007 silam. “Awalnya serba kebetulan. Ada teman keponakan saya yang datang ke rumah dan bilang kalau dia suka dengan kue buatan saya.

Nah, kebetulan dia bekerja untuk sebuah restoran di Seminyak dan kebetulan juga ia sedang mencari dessert yang oke untuk dihidangkan di restorannya. Katanya, ia sangat kagum dengan resep kue saya. Akhirnya, ia meminta saya untuk membuatkan beberapa jenis kue untuk restorannya,” kisahnya kepada M&I Magazine. Wanita yang pernah menetap lama di Thailand ini tidak langsung mengiyakan tawaran tersebut, karena niatnyaa untuk membuat kue bukanlah untuk dijual, tetapi hanya untuk dikonsumsi oleh keluarga dan kerabatnya. Namun, setelah melalui pemikiran panjang bersama John, Ruth pun akhirnya mengambil kesempatan tersebut. “Sebenarnya cukup repot awalawalnya, karena saya harus membuat standar yang baik dan cocok untuk customer restoran tersebut. But, it’s okay, kita bisa lalui proses tersebut,” ujar Ruth sambil tertawa kecil. Perlahan tapi pasti, Ruth pun mulai fokus dalam mengembangkan usahanya. Permintaan untuk kue-kue dessert-nya mulai berdatangan dari beberapa restoran di kawasan turistik Sanur, Kuta, dan Seminyak. “Mulai banyak orang yang minta, juga kafe dan restoran. Kami mulai kirim kue ke banyak tempat. Kita juga titip di mall,” sambungnya. Sekitar tahun 2008, Ruth pun memberanikan diri untuk membuka cake shop perdananya di Sanur. Ruth’s Dessert pun berhasil menarik atensi tidak hanya kalangan wisatawan, tetapi juga masyarakat lokal. Ruth mengaku terbantu dengan customer yang merekomendasikan cake shop-nya dari satu mulut ke mulut yang lain. Inilah salah satu faktor yang membuat bisnis Ruth’s Dessert kian bertumbuh.

Bukan Sekadar Spesialis Dessert Ruth merasa beruntung tumbuh bersama resep-resep kue warisan keluarganya. Tidak hanya membuatnya mampu menghadirkan kue-kue Amerika yang lezat, tetapi juga membuat racikan yang sehat. “Resep nenek moyang kami selalu menekankan penggunaan bahan-bahan organik. Jadi, semua jenis kue yang kami buat memang benar-benar bebas dari zat kimia,” tambah John. Menariknya lagi, John dan Ruth memasok kebutuhan buahbuahan segar, seperti stroberi untuk bahan kuenya tersebut langsung dari petani stroberi lokal di Bali. “Kami biasanya mengambilnya dari petani di daerah Pancasari. Kami ingin memberdayakan petani lokal,” kata John.

Ruth’Dessert menawarkan beragam jenis kue, mulai dari kue otentik Amerika semacam Carrot Cake, Chocolate Cake, Hummingbird Cake, Red Velvet Cake, Vanilla Silver White Cake, Angel Food Cake, hingga Cheese Cake. Tak ketinggalan aneka Cupcakes, Cookies, Brownies, Pies, dan Wedding Cakes. Ruth mengungkapkan bahwa Pie, Red Velvet Cake, dan Cupcakes menjadi kue-kue yang paling diincar oleh customer di cake shop-nya. Ruth
juga berinovasi dengan menu es krim berbagai rasa. “Es krim pertama kali ditemukan pada tahun 1919 di Conny Island, New York. Pada masanya, resep es krim tersebut sangat populer dan digandungi, bahkan hingga kini di Amerika. Resep tersebut yang kami gunakan, karena bahan-bahan yang digunakan juga alamiah dan jauh dari kandungan kimia,” jelas John.

Mulai tahun 2014, Ruth’s Desserts bertransformasi menjadi Ruth’s Diner. John dan Ruth ingin menyuntikan nuansa baru pada usahanya, yakni dengan memberikan citra baru pada Ruth sebagai salah satu tempat diner alternatif di kawasan Denpasar. Itu bukan berarti menghilangkan esensi Ruth sebagai restoran dengan spesialisasi American Dessert terbaik di Bali. “Kami mendengar banyaknya permintaan untuk diner, breakfast, dan lunch menu. Jadi, itu yang membuat kami ingin juga fokus memperkenalkan Ruth sebagai restoran yang tak hanya spesialisasi dessert, tapi juga main course untuk diner,” kata Ruth.

Ruth menunjukan beberapa pilihan menu diner yang baru mereka rilis, di mana penuh dengan sinergi antara masakan Amerika dan Asia. “Salah satu andalan kami adalah American Beef Burger. Kami punya menu Hamburger dengan taste otentik Amerika. Dagingnya saja benar-benar kami pilihkan. Butuh enam bulan untuk bisa menemukan daging yang pas untuk resep kami ini. Kalau ingin mencicipi the real American burger, ya di sini tempatnya. Nanti, kami juga akan menambahkan menu Vietnam, ” tegas John penuh sumringah.

Ruth dan John tak hanya ingin menawarkan pengalaman menikmati dessert dan masakan Amerika secara otentik lewat resep mereka. Tetapi juga melalui dekorasi interior restoran beraksen klasik minimalis, Ruth dan John ingin membuat para pengunjung bisa merasakan atmosfer restoran bak rumah milik keluarga Amerika yang penuh kehangatan.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri