Rachel Adelia Putri – It’s Not Too Young To Start

Meski berawal dari keisengan, seorang gadis belia yang masih duduk di bangku kelas 9, SMP Tunas Daud Denpasar telah mampu mengembangkan usahanya dari jejaring sosial hingga merambah ke dunia nyata lewat butik Rap’s Wardrobe miliknya. Ia adalah Rachel Adelia Putri. Gadis yang tengah disibukan dengan segala persiapan ujian akhir nasional ini menyempatkan diri untuk bertemu dengan reporter Money & I, Putra Adnyana guna menceritakan usaha fashion yang dirintisnya di usia yang cukup mengejutkan. Bertempat di butik barunya Rap’s Wardrobe di area pusat perbelanjaan The Ice, Teuku Umar ini, Rachel pun menunjukkan seisi tokonya yang dihiasi berbagai macam koleksi busana perempuan bergaya remaja. Meski butiknya baru dibuka seadanya, namun antusiasme pembeli sudah berdatangan. Bahkan putri dari pasangan Samuel Kevin dan Oey Shulan ini tanpa segan memberikan diskon untuk menyambut butik barunya tersebut. Berikut perbincangan Money & I bersama gadis yang juga penggila basket ini.

Bagaimana ceritanya bisa buka butik sendiri, bukannya dulu sempat bisnis online?

Tokonya baru dibuka Februari 2013 ini, kalau usaha onlinenya sudah dari tahun 2011. Awalnya memang bisnis online. Tapi saat itu barang-barangnya masih reseller. Lalu aku kumpulin hasil jualan tersebut untuk modal bikin toko. Untuk online sendiri awalnya karena iseng-iseng saja jualin ke teman-teman dan ternyata mereka suka. Nah semenjak ada Instagram, jadi lebih banyak koleksi yang aku bisa pamerin hingga dilirik sama orang-orang dari luar Bali bahkan bisa diakses oleh orang-orang dari luar Indonesia. Selain itu, aku juga manfaatin Blackberry Messenger.

Dapet barang-barangnya dari mana, bikin sendiri?

Enggak kok. Aku beli barang-barangnya di Cina, Hongkong dan Jakarta. Oh ya, kebetulan juga ada teman papa yang baru datang dari Hongkong. Di sana ada banyak tas-tas murah buatan Cina. Jadi aku titip beli beberapa barang dengan teman papa yang di Hongkong tersebut. Kemudian barang-barang tersebut aku jual lagi di Indonesia. Kalau titip begini kan tidak perlu bayar ongkos shipping lagi, he..he… Kebetulan juga waktu ini kakak ku sedang cari sekolah di Cina, jadi sekalian saja kita jalan-jalan sambil shopping di sana. Tapi sayangnya lagi musim dingin, jadi kami tidak terlalu banyak beli barang karena hanya sedikit kualitas bagus yang kami temukan.

Kemudian mama juga sempat ke Bangkok, saat itu beli barang-barang baru juga sampai stoknya banyak dan cukup untuk toko. Ya belinya grosiran gitu, seperti satu model bisa ada 5 potong.

Apa yang membuat kamu tertarik membeli pakaian buatan Cina itu?

Kualitasnya biasa saja sih sebenarnya. Tapi memang model-modelnya bagus untuk remaja. Selain dari luar, aku juga hunting baju-baju di Jakarta terus dijual lagi nantinya. Di Jakarta model baju-bajunya juga bagus.

Jadi saat bisnis online kamu kerjakan sendiri?

Semuanya aku kerjakan sendiri. Mulai dari menerima pesanan sampai packing barang yang dipesan. Pelanggannya ada dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Sumatra, hingga Makassar dan lain-lain.

Bisa ceritakan sedikit koleksi-koleksi fashion di butik kamu ini?

Model-modelnya lebih cenderung bergaya vintage gitu, kan sekarang lagi ngetrend di luar kayak di Eropa. Di sini, ada koleksi dress, tank-top, kemeja, pants, sampe tas juga ada. Tapi kebanyakan pengunjung memang lebih suka nyari tank-top dan dress. Kalau aku sendiri suka dengan koleksi-koleksi tas yang aku punya. Dan tas-tas disini juga cocok dibawa oleh wanita-wanita karir yang sudah berumur, jadi tidak cuma remaja saja.

Tapi memang target pelanggan untuk butik saya saat ini masih cenderung remaja, mulai dari anak SMP hingga anak kuliahan. Uniknya, pernah nih ada pelanggan dari Riau, ibu-ibu yang masih menyusui beli dress di saya, dia tanya apakah dressnya cocok buat ibu menyusui, dan kebetulan model yang dipilih memang masih cocok buat dia.

Berarti stok model baju-bajunya juga terbatas dong?

Stoknya limited, paling satu model hanya ada satu warna aja. Tapi kalau ada model yang bagus banget kita bisa stok lebih banyak.

Apa kamu juga suka bikin sketch baju seperti perancang busana gitu?

Hahaha..aku sih tidak suka buat desain fashion. Aku lebih suka di praktek bisnisnya saja. Aku memang tidak suka gambar, sukanya shopping he he..

Lalu untuk pemilihan style koleksimu, kamu suka terpengaruh dari ikon siapa, atau dapat inspirasi dari mana?

Aku sih terpengaruh dengan style seorang fashion blogger terkenal bernama Sonia Eryka. Saya suka lihat ulasan dan model-model fashion yang dipilihnya. Selain dari blogger, aku juga lihat trend-trend fashion dari majalah, jadi gampang buat aku hunting baju-baju yang sekarang lagi ngetrend.

Konsep butikmu ini seperti apa?

Butiknya ini masih baru banget, belum di tata dengan konsep khusus. Tapi ke depannya, aku ingin bikin nuansa vintage untuk butik ini. Nanti akan di dekor lagi.

Oh ya, kenapa nama butiknya Rap’s Wardrobe?

Rap itu singkatan namaku Rachel Adelia Putri. Kalau Wardrobe itu embel-embel yang identik dengan gudang fashion.

Berapa harga yang dipatok untuk koleksi di sini?

Harganya bervariatif yah ada sekitar 100rb sampai 300rb. Aku tidak jual mahal-mahal sih, sekarang kan saingannya banyak juga dan ini juga efektif untuk menarik banyak pelanggan. Menurutku, untuk bisa bersaing ke depannya, butikku harus punya style sendiri, baik itu dari segi pemilihan busana dan dekorasi tokonya.

Profitnya sudah berapa banyak yang masuk?

Saat bisnis online sebelum buka toko ini saja aku sudah dapat profit sampai 12 juta, tapi aku tidak menghitung berapa lama biar dapat profit sebanyak itu. Sejak buka toko dan sambil bisnis online ini kemungkinan sudah ada 20 juta yang masuk.

Punya pengalaman jelek saat bisnis online?

Tidak pernah ada yang komplain sih, tapi memang pernah pas di online ada yang pesan celana dengan ukuran yang dia inginkan. Ketika sudah di kirim ternyata ukurannya tidak cocok buat dia, tapi kalau berdasarkan pesanan ukuran yang dia bilang sebenarnya sudah sesuai. Jadi bukan salah kita dong. Mungkin dia salah memperkirakan ukurannya. Oh ya, ada juga pelanggan yang mau menipu saat beli salah satu koleksiku. Dia bilang sudah transfer uang pembayaran tapi ternyata belum. Untung aku ngecek terlebih dahulu.

Jadi orang tua mendukung usaha ini?
Mereka tahu kalau aku lagi menggeluti bisnis ini. Dan aku pikir semangat berbisnis ini memang diturunkan oleh Papa ke aku. Sejak kecil memang suka diajak sama beliau untuk melihat-lihat usahanya. Jadi banyak belajar dari sana. Jadi Papa sangat mendukung dengan apa yang aku kerjakan sekarang ini. Papa pun akhirnya menanamkan modalnya bareng aku lewat butik ini. Butik ini ada juga karena bantuan papa.

Apakah bisnis ini mengganggu waktu luang dan pendidikan kamu?
Tidak kok. Aku masih bisa main basket yang notabene hobiku. Aku juga masih ikut banyak les pelajaran. Bahkan aku berhasil meraih ranking satu di kelas. Jadi buat aku tidak mengganggu selama pintar atur waktu. Meski merasa kok jadi sibuk banget ya! Hehehe…

Nanti kalau sudah lulus SMA mau melanjutkan kuliah kemana?
Habis lulus SMA, maunya kuliah di luar dan mengambil bisnis manajemen. Papa sempat bilang agar aku mengambil sesuatu di luar dari bisnis, tapi aku merasa cocok disini dan ingin memperdalamnya lagi.

Harapan dan target kamu ke depannya?
Ke depannya, ingin banget mengembangkan usaha ini dan buka cabang di sana-sini. Dan juga buat web untuk koleksi-koleksiku. Tapi tetep juga fokus sama pendidikanku sendiri. NG

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri