Pesona Sang Bintang, Mature Ladylike, Yet Edgy, Woman

Di malam Lestari Stakeholder Meeting 2013 (28/1), Andien yang mengenakan gaun merah menyala senada dengan warna perona bibirnya itu, tengah menanti giliran untuk mengibur para undangan BPR Lestari lewat suara emasnya. Malam itu, Andien menyanyikan beberapa lagu pamungkas di album teranyarnya seperti Moving On dan Aku Disini Untukmu. Sepanjang 13 tahun karir bermusiknya, penyanyi bernama lengkap Andinie Aisyah Haryadi ini telah mengantongi empat album, ditambah album terbaru yang dirilis di tahun 2013 ini. Jazz masih menjadi atmosfer utama yang begitu pekat dalam setiap karya-karyanya.

Sebut saja Bisikan hati (2000), Kinanti (2002), Gemintang (2005), dan Kirana (2010) adalah sederet album terdahulu yang mampu memperkuat eksistensi Andien sebagai penyanyi jazz perempuan muda Indonesia. Penyanyi kelahiran 25 Agustus 1985 ini menciptakan album-albumnya berdasarkan tahapan usia yang ia jalani. Ia mulai mematangkan kemampuan Jazz dalam dirinya semenjak dimentori oleh Elfa Secioria lewat Elfa Music Studio nya.Sepanjang karirnya, ia telah berkolaborasi dengan berbagai musisi, seperti dengan Jeff Lorber pada Java Jazz Festival (JJF) 2005, dengan Jepang ansambel vokal Jammin Zeb (JJF 2008), dengan Bob James (ASEAN Jazz Festival 2008 Batam Indonesia), Frank Griffith (JJF 2010), serta dengan legenda piano jazz Indonesia Buby Chen (JJF 2010) dan pelopor Indonesia progressive rock band Discus (JJF 2006).
Sebanyak lima penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) pun sudah dikantonginya.

Sambil menunggu gilirannya manggung di acara BPR Lestari itu, reporter Money & I Putra Adnyana pun mencoba menghampirinya di dalam ruang backstage. Dengan penuh keramah tamahannya, Andien pun tanpa ragu memulai pembicaraan seputar album terbaru dan kesibukannya saat ini. Berikut wawancara kami dengan pelantun Detik Tak Bertepi itu.

Kesibukan Andien sekarang selain nyanyi?

Nyanyi aja itu sudah sibuk banget!
Sekarang sih lagi persiapan album kelima ya, jadi jadwalnya padet banget setiap hari. Kayak sekarang nih ada aja sibuk-sibuk nyanyi off-air. Nanti juga bakalan ada foto cover untuk album terbaru aku, beberapa untuk cover majalah dan yahh..kayak sekarang ini juga bakalan sibuk diinterview buat majalah. Hehehe…

Kapan album baru dirilis?
Launchingnya sendiri sebenarnya Maret, kebetulan bertepatan ketika aku manggung di Java Jazz. Album ini bisa dikatakan sebagai album eksploratif dari musikalitas aku selama 13 tahun berkarir di industri ini. Setiap album yang aku luncurin memang menyuguhkan tema-tema baru. Kali ini judul album terbaru ini pun saya pilih Self-titled. Karena dengan judul album tersebut mampu merepresentasikan daya eksploratif dari konsep album terbaru ini. Selain itu dengan adanya hashtag menjadi #andien ini diharapkan supaya album ini benar-benar bisa menjadi “sesuatu yang dibicarakan” oleh para fans dan pendengar, menjadi “sesuatu yang dicari”

Apa yang baru di album ini?
Anak-anak band yang support aku dalam pengerjaan album ini pun mulai banyak mengeksplor kemungkinan-kemungkinan lain: “kayaknya Andien bisa nih kalo nyanyi yang begini, lagunya bisa nih diberi sentuhan seperti ini,” kayak gitu sih. Dan dari sisi akunya sendiri juga banyak sekali ngulik hal-hal dari musik yang belum aku sentuh sebelumnya.

Jadi konsep seperti apa yang ingin Andien tunjukan?
Kalo di album-album sebelumnya, pendengar lebih cenderung ngecap imej aku sebagai gadis yang kalem, melow dan girlie banget. Tanpa ingin memperlihatkan imej seperti itu, nggak tahu kenapa orang-orang udah mikir kayak gitu. Nah, makanya di album ini secara implisit aku juga pengen nunjukin bahwa aku bukan seperti imej yang mereka bayangkan lho. Kalo aku itu juga punya style yang ‘cowok’ banget. Buat mereka yang sudah kenal lama sama aku, pasti sudah tahu kalau aku bukan cewek yang cuma hahahihi girlie doang. Di album ini aku ingin nunjukin imej a mature ladylike, yet edgy, woman itu. Bisa diliat dari musik yang aku tawarkan banyak yang nyeleneh, dimana nggak pernah aku bawain sebelumnya.

Berarti banyak pencampuran warna musik?
Ya bisa dibilang gitu sih. Banyak sound-sound baru yang diciptain. Aku sih banyak menggali unsur blues skill. Di album ini banyak lagu-lagu upbeat nya sih dan kalo lagu melow nya juga galaunya tingkat tinggi ketimbang lagu di album-album sebelumnya, hehehe. Lirik-liriknya juga lebih straight to the point, nggak lagi cenderung puitis seperti album terdahulu. Kalau dari segi tema kayaknya lebih yang umum, tidak ada makna tersirat. Tapi bisa dikategorikan berkutat di wilayah cinta.

Bisa disebutkan orang-orang penting di balik pembuatan album #andien?
Banyak juga orang yang terlibat di belakang album ini sebut saja Nikita Dompas yang juga jadi produser di album ini. Ia adalah gitaris dan leader di band ku. Selain itu ada pula, Rayendra Sunito, Ali Akbar , Bonar Abraham, Dandy Lasahido dan juga Didiet Violin. Aku di sini memang lebih mengedepankan anak-anak band ku itu. Nggak banyak penyanyi solo perempuan yang di support sama band nya sendiri. Sebenarnya aku sudah punya band yang dari 2008 sampai sekarang formasi mereka sama dan selalu mengiringi aku di panggung. Dari waktu album Kirana, mereka sudah mulai meracik materi untuk album aku hingga di album baru ini, mereka pun jadi banyak bereksplorasi.

Andien juga bikin lagu sendiri di album ini?
Ada satu lagu yang aku juga ikut terlibat langsung di dalam pembuatannya yakni “Bernyanyi Untukmu”. Bahagianya lagu ini langsung jadi single. Beberapa lagu di album ini juga diciptakan oleh Abenk Soulvibe, Rieka Roslan, Yovie Widianto, Bemby Noor, Tulus, bahkan ada satu lagu Dewa 19 yang recycle lagi judulnya “ Aku disini Untukmu”.

Jadi album ini pop atau jazz, atau malah keduanya?
Album ini aku sebut sih lebih cenderung adult-contemporary. Aku juga suka agak bingung karena orang-orang rancu mengelompokan yang ini jazz dan itu pop. Ketika aku bilang ini pop, mereka malah bilang ini jazz karena terlalu berat. Tapi saat aku bilang itu jazz, mereka menganggap malah cenderung pop karena gampang dinyanyien. Daripada aku juga ikutan bingung, ya sudah aku memilih menyebut album ini sebagai adult contemporary.

Apakah materi-materi di album ini juga terinspirasi dari pengaruh musisi idola Andien?
Ya kalau dibilang pengaruh dari idola kan sudah lebih banyak masuk di album-album sebelumnya. Sepanjang perjalanan karir musikku, aku banyak bertemu dengan musisi-musisi dan mendapatkan banyak cerita dalam hidupku. Ini juga salah satu yang mempengaruhi muatan album ini. Pengaruh bagiku bisa datang dari mana aja.

Harapan Andien ke depan?
Semoga bisa terus bertahan. Enggak mudah untuk bisa survive lama di industri ini, apalagi dengan karir aku yang sudah 13 tahun. Aku ingin terus bermusik, tulus berkarya dan mencintai musik dengan hatiku. Ketika aku bisa melakukan hal tersebut, musik pun tidak akan kemana-mana dari hidupku.

Bagaimana bersaing dengan pendatang baru lainnya?
Ya itu maksud aku. Ini bukan tentang trend. Ini bukan tentang persaingan. Tapi ini tentang bagaimana kamu mencintai musik itu dengan tulus atau nggak.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri