One Dollar For Music , Kreatifitas Sebuah Investasi Panjang

Satu fenomena yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain, satu hal yang membanggakan mengingat kreatifitas ini digawangi oleh kaum muda. Karena ternyata di Indonesia, masih banyak orang yang memiliki bakat terpendam dan tengah menunggu kesempatan untuk meraih sukses dalam bidang seni yang mereka kuasai. Setidaknya inilah yang diyakini oleh guru konservatori Rotterdam, Belanda Raoul Wijffels, yang singgah ke Indonesia untuk meneliti perkembangan musik dinegara ini pada tahun 2006 silam.

Saat itu Raoul Wijffels berkata “Semua orang Indonesia tampaknya dilahirkan sebagai seniman. Anak mudanya sangat cerdas. Mereka menari, menggambar, bermain gitar, perkusi dan semua bisa menyanyi dengan indah. Sangat banyak bakat yang kulihat! Tapi sedikit pengakuan dan tidak ada bimbingan yang serius atau fasilitas. Terlepas dari industri mainstream, tidak ada sektor seni yang profesional dan independen.”

Dalam penelitiannya Raoul Wijffels menemukan banyak fakta menarik yang menyentuh hatinya saat dia melakukan banyak percakapan dengan anak muda Indonesia, guru – guru, orang tua hingga pemerintah setempat. Bersumber dari penelitiannya itulah kemudian Raoul Wijffels beserta sekelompok musisi dari Indonesia kembali ke Belanda untuk merencanakan suatu usaha yang bisa mereka gunakan sebagai wahana penampungan seni dan kreatifitas para anak–anak muda di Indonesia.
Setahun kemudian, rencana Raoul Wijffels terlaksana, dibentuklah suatu organisasi yang bertujuan untuk menampung seni dan kreatifitas para anak muda Indonesia yang “terlantar” dan diberi nama One Dollar For Music. Sebuah organisasi nirlaba (non-profit), yang mengkhususkan diri pada kemajuan dan tumbuh kembang kreativitas serta seni dalam diri seseorang terutama anak – anak muda.

Setiap anggota yang bergabung dengan komunitas ini, cukup membayar $ 1 setiap bulannya, dan bisa mengikuti aktivitas serta kegiatan didalam komunitas ini. Itulah sebabnya gerakan ini bernama One Dolar for Music!

Misi komunitas ini mendukung pengembangan kreatifitas pada dua bidang, yakni pendidikan dan komunitas. Hal itu didasari karena pemerintah lebih mengutamakan pendidikan dari pada pengembangan seni dan kreatifitas saat umur seorang anak belum memasuki kategori produktif untuk bekerja. Selain itu, One Dollar For Music kerap menggelar kegiatan berbasis pendidikan seperti workshop bagi siswa, dukungan untuk acara kreatif di sekolah, serta konsultasi untuk manajemen sekolah & dewan mahasiswa. Sedangkan untuk kegiatan umum One Dollar For Music untuk bidang komunitas dengan memberikan dukungan untuk kegiatan kreatif, pelatihan dan konsultasi bagi tokoh masyarakat pemuda serta membantu dalam penggalangan dana.

Dengan kegiatan tersebut, komunitas ini berharap mampu membantu anak-anak muda mengembangkan kepercayaan diri mereka, baik secara mental, emosional dan sosial bahkan untuk jangka panjang. Mereka percaya, pelatihan singkat tidak menciptakan perubahan yang abadi, karenanya investasi One Dollar For Music dalam program jangka panjang mereka dengan pengembangan kapasitas, sehingga proses kreatifitas menjadi sebuah konsep yang berkelanjutan dalam masyarakat.

One Dollar For Music juga memiliki misi untuk menjamin bahwa kaum muda memiliki akses ke dalam pelatihan profesional dan fasilitas di musik, dengan ‘kreasi mereka sendiri’ sebagai titik awal tanpa ada persyaratan yang dibuat dalam menentukan gaya bermusik, satu hal yang kerap kali dihadapi oleh musisi berlabel besar yang dipaksa untuk berkreasi sesuai dengan tuntutan pasar. Di komunitas ini, para kaum muda bebas mengekspresikan diri mereka sendiri.

Raoul Wijffels berharap Yayasan One Dollar For Music itu bisa menjadi tempat tujuan bagi para anak muda yang ingin mengasah dan mengembangkan bakat yang mereka miliki.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri