Omed-omedan – Semarak Tradisi Pasca Nyepi

Sore yang terlihat cerah di seputaran Denpasar kala tradisi unik khas masyarakat Sesetan setelah Nyepi, yakni “Omed-omedan” berlangsung. Acara yang diyakini sebagai sebuah upacara sakral terkait sesuhunan Pura Banjar setempat ini sudah berlangsung secara berkala setiap tahunnya oleh warga banjar Kaja yang diberi title Sesetan Haritage Omed-Omedan 2012. Masyarakat pun tumpah ruah dijalanan untuk yang menyaksikan acara ini, apalagi pada tahun ini, tradisi tersebut bertepatan dengan Ngembak Geni, sehari setelah Nyepi, dikala Denpasar masih lengang akan aktifitas.

Acara dengan materi utama berciuman masal ini mengumpulkan para muda-mudi dalam dua kelompok, yakni pria dan wanita. Kedua kelompok ini lalu berhadapan dan membentuk satu barisan pada masing-masing sisi. Masing-masing kelompok menyiapkan wakilnya 1 orang yang akan diarak di depan untuk saling berciuman.

Saat para tetua Banjar Kaja memberikan aba-aba “mulai”, kedua barisan akan saling bertemu dengan mendorong para wakil mereka dan saling berciuman dihadapan ratusan orang yang datang untuk menonton acara yang langsung satu tahun sekali ini. Untuk mendinginkan kedua belah pihak, para tetua telah menyiapkan air untuk mengguyur para muda-mudi tersebut.

Tahun ini, tradisi tersebut berlangsung sedikit berbeda, bila tahun-tahun sebelumnya hanya terdapat satu wakil dari kubu pria dan wanita. Tahun ini terdapat dua wakil dari masing-masing pihak. Para pemuda yang melakukan aksi ini juga mendapat kesan yang berbeda-beda, ada yang merasa malu, ada yang merasa takut, atau gugup saat terpilih untuk melakukan aksi omed-omedan ini. Tradisi ini cukup banyak menyedot minat bukan hanya para warga Denpasar, namun juga menarik minat wisatawan mancanegara.
Menurut Bendesa Pekraman Sesetan I Wayan Meganadha, atraksi budaya Omed-omedan ini merupakan warisan yang sudah dilakukan oleh masyarakat Banjar Kaja secara turun temurun dan telah ada jauh sebelum jaman penjajahan. “Sebagai generasi muda kami ingin terus melestarikan dan mengemas kegiatan ini secara lebih modern dalam bentuk Sesetan Heritage Omed-omedan Festival 2012 . Dengan kegiatan ini, kami ingin memberikan makna yang lebih dalam terhadap suatu kegiatan budaya dan tidak hanya sekedar hura-hura, “ ungkapnya. Tambahnya, omed-omedan adalah kehendak Sesuhunan yang berstana di Pura Banjar dengan harapan dapat terus dilaksanakan, sebagai penghormatan kepada para leluhur.

Tradisi omed-omedan yang berasal dari bahasa Bali “omed” yang berarti tarik, telah ada sejak abad-17. Kala itu Banjar Kaja menghapuskan tradisi omed-omedan saat Nyepi, namun anehnya saat tidak dilaksanakan tradisi ini, justru terjadi pertarungan dua ekor babi yang asal muasalnya tidak diketahui siapa pemiliknya. Tetua setempat mencari tahu apa gerangan yang sebenarnya terjadi melalui jalan spiritual dengan melaksanakan Puja Wali di Banjar setempat. Saat itu para tetua mendapatkan bahwa omed-omedan ini adalah kehendak Sesuhunan yang berstana di Pura Banjar dengan harapan dapat terus dilaksanakan.

Selain bentuk bakti terhadap para leluhur, omed-omedan juga dirasa sebagai sarana meningkatkan rasa kesetiakawanan dan solidaritas antarwarga khususnya para pemuda dan pemudi. Jika tertarik untuk menyaksikan, acara ini dapat anda nikmati tahun depan, tepat satu hari setelah hari raya Nyepi di wilayah Banjar Kaja, Sesetan Denpasar.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri