Ni Putu Arie Utami – “Cara Baca Ajaib, Belajar Membaca Melalui Dongeng”

Anak yang sama sekali tidak bisa mengenal huruf tiba-tiba bisa membaca kalimat tanpa mengeja. Percayakah Anda? Ini jelas bukan kisah Al Masih, yang ketika lahir mendapat keajaiban langsung berbicara tentang kesucian Bunda Maria. Ini adalah kisah dari seorang Ni Putu Arie Utami yang bisa menyihir anak-anak dengan metode Cara Baja Ajaibnya, hingga ia berani memberikan jaminan anak-anak yang ia didik akan bisa membaca tanpa mengeja hanya dalam waktu satu jam saja. Menariknya lagi, metodenya ini dikemas dalam bentuk sekolah membaca yang pengembangannya dilakukan dengan sistem franchise atau waralaba. Dan dalam waktu kurang dari 10 tahun, usaha ini telah berkembang biak menjadi 46 cabang. Padahal, di Indonesia tidak banyak waralaba yang sanggup  bertahan.

Wanita kelahiran Denpasar, 31 Mei 1977 ini merintis Anemone Reading School Indonesia sejak tahun 2007 silam, sekarang sudaj tersebar di Pulau Bali dan Jawa. Ketika kami melakukan wawancara di kantornya di Jalan Nangka Denpasar Utara, ia mengungkapkan rahasia-rahasia sukses mengapa metode yang ia gunakan bisa diterima oleh anak-anak didiknya, serta rahasianya mengembangkan usahanya, hingga diminati tidak hanya di Bali, namun juga hingga pulau tetangga? Berikut kutipannya.

BRN_8702Ceritakan bagaimana awalnya Anda membangun Anemone Reading School?

Ketika itu tahun 2007, anak saya yang pertama mulai masuk sekolah dasar. Ada sesuatu yang menarik disini. Banyak orang tua mengeluh anak mereka tidak bisa membaca, karena di TK tidak diperbolehkan belajar membaca. Sementara di SD harus sudah bisa membaca. Kontradiksi inilah yang menggugah rasa ingin tahu saya, mengapa di TK tidak boleh mengajarkan anak membaca di TK dinilai sebagai sesuatu yang memberatkan bagi anak, bisa membuat anak stres dan kehilangan masa-masa bermain mereka.

Yang terpikir oleh saya waktu itu adalah, apabila metodenya memang memberatkan, mengapa tidak kita ciptakan saja sebuah metode yang menyenangkan, ramah anak, sebuah metode yang membuat anak senang tanpa membuat mereka merasa sedang belajar. Saya terus belajar dan melakukan sejumlah penelitian. Akhirnya lahirlah satu metode yang saya beri nama “Cara Baca Ajaib”, dimana hanya dalam waktu 1 jam, anak bisa membaca kata, kalimat dan cerita tanpa mengeja.

Dalam waktu 1 jam, bagaimana caranya?

Metodenya begini, kita mengenalkan membaca melalui dongeng. Dengan tetap berfokus pada proses yang menyenangkan dan ramah anak, dan metode ini juga terbukti efektif dan efisien, karena hasilnya sudah terlihat hanya dalam 30 menit pertama. Kita tidak memaksakan anak memahami huruf dan membaca dengan cara mengeja, tapi melalui cerita.

Dan yang terpenting, ketika anak sudah merasa bahwa di hari pertama saja mereka sudah bisa, mereka akan termotivasi mengikuti pertemuan-pertemuan selanjutnya. Itulah mengapa disebut metode “Cara Baca Ajaib”.

Keresahan orang tua akan ketidakmampuan anak bisa membaca menjadi peluang bagi Anda. Inikah yang membawa usaha ini terus bertumbuh?

Betul, dan dari perjalanannya, mulai tahun 2007 hingga 2012, Anemone sebenarnya hanya mempunyai 2 cabang di Denpasar. Namun anak-anak yang datang belajar ke Anemone dari daerah yang jauh, seperti Bedugul, Padang Bai, Bangli dan Tabanan. Saya merasa terharu, respon masyarakat sangat luar biasa, datang ke Denpasar hanya untuk belajar membaca. Akhirnya saya berpikir, bagaimana caranya agar produk ini bisa membantu anak-anak di daerah di seluruh Bali.

Akhirnya tahun 2012, kami membuat sistem franchise dimana orang bisa membuka outlet Anemone di daerah mereka dan mengajarkan “Cara Baca Ajaib” ini kepada anak-anak di sekitarnya.

Dan sejak diluncurkan pada Oktober 2012, kami membuka 7 outlet hanya dalam waktu 3 bulan. Tahun 2013, bertambah 12 mitra dan 1 cabang sendiri, tahun 2014 bertambah 9 mitra, tahun 2015 bertambah 9 mitra dan Tahun 2016 sampai bulan ini bertambah 5 mitra lagi. Jadi total franchise ada 42 franchise dan 3 outlet milik sendiri. Semuanya ada di Bali.

Dan tahun ini, kami mulai mengembangkan Anemone di Kota Banyuwangi dan Kota Mataram. Bulan Januari lalu, kami membuka 4 cabang, yaitu Blahbatuh, Kedewatan, Karangasem dan Klungkung. Bulan Februari 2016, kami buka 4 cabang yaitu outlet Yang aBatu Denpasar, Brembeng Tabanan, Bedulu dan Astina Gianyar. Nah Bulan April ini kami buka di Kabupaten Negara. Dan nanti bulan Mei, kita akan buka di Banyuwangi.

Bagaimana sistem kerjasamanya?

Para mitra kami cukup membayar Rp. 40 Juta untuk membuka dan menggunakan brand Anemone. Dan ada royalti sebesar 7% setiap bulannya dari pendapatan kotor usaha para mitra kepada kami.

Melihat perkembangannya yang demikian cepat, apa ini memang didesain seperti ini?

Kami hampir tidak pernah mengadakan promosi atau pameran dan sejenisnya untuk menjual franchise Anemone. Bisnis seperti ini, tidak semata mata dijual kepada sembarang orang untuk mendapatkan uang. Malah sistem franchise ini melalui proses seleksi, merekrut orang orang yang tepat, orang-orang yang  memang ingin mengabdikan dirinya di dunia pendidikan anak. Orang-orang yang kami pilih adalah orang yang mempunyai visi yang sama dengan Anemone, memiliki passion di dunia pendidikan anak-anak, dan bersedia terlibat penuh atau sebagai owner sekaligus operator outlet Anemone.

Darimanakah mitra-mitra Anda datang?

Sebagian besar mitra kami adalah orangtua siswa, yang sudah merasakan manfaat dari “Cara Baca Ajaib” ini, sebagian lagi adalah mantan guru-guru Anemone yang sekarang menjadi partner, beberapa dari masyarakat. Intinya semua orang yang tergabung di Anemone adalah keluarga. Ketika bertemu dengan orang yang satu visi, maka kenyamanan kerjasama akan terjalin. Orang bekerjasama harus ada kenyamanan. Salah satu saja merasa tidak nyaman, maka kerjasama tidak bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Sudah cukup besarkah Anemone saat ini bagi Anda?

Sebenarnya kalau dibilang besar sih, belum ya, karena semua masih dalam proses. Saya punya visi dalam hidup saya bagaimana ide ini, bisa memberi manfaat yang besar bagi masyarakat. Intinya terus melangkah dan komitmen untuk memberikan yang terbaik, yang bisa kita berikan.

Apa tantangan terbesar dalam mengembangkan usaha ini?

Mendapatkan partner yang tepat, mendapatkan guru-guru yang excellent, mendidil mereka untuk mempunyai service mindset. Karena ini adalah bisnis pelayanan, jadi orang yang tergabung di dalamnya harus mereka yang mempunyai jiwa melayani, menyayangi dan peduli.

Membangun bisnis ini seperti mempunyai sebuah hutan manusia dengan berbagai macam karakter. Sama seperti pohon di dalam hutan, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang rindang, ada yang sedikit daunnya. Bagaimana membuat hutan kita indah dan bermanfaat, dengan membesarkan setiap orang sesuai dengan potensinya masing-masing.

Pada dasarnya, usaha seperti ini cukup banyak, apa yang membedakan Anemone dengan yang lain?

Yang pertama adalah produknya. Metode belajar “Cara Baca Ajaib”, dimana hanya 1 jam, anak bisa membaca kata, kalimat dan cerita tanpa mengeja. Produk yang spektakuler ini telah menamatkan ribuan anak-anak sejak pertama kali ditemukan.

Produk ini disampaikan dengan cara yang sangat menyenangkan. Kalau ada beberapa anggapan, ini adalah belajar secara instan, itu salah besar. Karena justru pada metode ini, anak-anak akan berproses dengan cara yang mudah, menyenangkan dan bahkan mereka akan merasa selayaknya seperti sedang bermain, berimajinasi dengan dongeng-dongeng yang diceritakan oleh gurunya. Semua yang dinilai memberatkan seperti penghafalan huruf di Anemone tidak ada. Jadi bagaimana tanpa hafal huruf anak bisa membaca dalam 1 jam? Itulah keunikan kami.

Yang kedua adalah guru-guru yang mengajar, memiliki jiwa penyayang dan profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai guru di Anemone.

BRN_8696

 

 

Proses rekrutmen guru di Anemone?

Proses seleksinya unik. Kami tidak pernah mensyaratkan bahwa guru Anemone harus sarjana pendidikan. Mereka boleh dari disiplin ilmu apa saja, yang penting punya passion untuk mengajar anak-anak. Saya kembali melihat ke diri sendiri, saya ini tamatan Teknik Arsitek di Universitas Udayana, tapi karena punya passion di bidang ini, bisa juga menjadi guru dan mengajar anak-anak dengan baik.

Sebagai tes, mereka akan langsung dimasukan ke kelas, bergabung dengan anak-anak. Dari sana kita akan lihat, bagaimana reaksinya, bagaimana responnya, kemudia inisiatifnya, semua sikapnya akan dinilai. Untuk skill bisa dilatih, yang penting punya passion dulu.

Mengapa bernama Anemone?

Saya pribadi sudah menyukai nama ini sebelum menjadikan Anemone sebagai nama usaha. Saya terinspirasi dari film Finding Nemo. Nemo adalah seekor ikan badut yang tinggal dalam Anemone, sejenis terumbu karang. Ia tinggal bersama ayahnya. Suatu hari, Nemo tertangkap oleh penyelam dan membawanya ke Sydney. Dalam perjalanan mncari anaknya, sang ayah bertemu dengan Dory, ikan yang pintar membaca. Suatu ketika mereka menemukan kaca selam yang dipakai oleh penyelam yang menangkap Nemo. Disana ada tulisan alamat sang penyelam. Dory membacanya dan itulah awal petualangan mereka menuju Sydney. Akhirnya dengan segala perjuangan, bertemulah sang Ayah dengan Nemo.

Makna yang bisa dipetik dari cerita ini, kemampuan membaca itu sangat penting untuk membawa kita kepada cita-cita kita. Ketika seorang anak tidak bisa membaca, mereka tidak akan bisa membaca, mereka tidak akan bisa kemana-mana, mereka tidak akan bisa belajar apapun tanpa kemampuan membaca. Membaca adalah pondasi mereka untuk meraih apapun yang dicita-citakan.

Apakah ada kesan-kesan selama ini dari peserta anak didik?

Banyak sekali ada bermacam-macam tipe anak yang datang ke Anemone. Ada yang pendiam, tidak mau bicara, ada yang mau sangat aktif, ada yang agresif, namun ada satu anak yang paling saya ingat. Namanya Tata. Anak ini punya kekurangan di pendengaran, sehingga dalam usia 10 tahun datang ke Anemone dan belajar bersama guru-guru kami. Waktu itu agak kesulitan untuk menerjemahkan apa yang dikatakan oleh Tata, karena suaranya tidak begitu jelas. Namun berkat kesabaran dan juga kerjasama yang baik dari orang tuanya, akhirnya kurang lebih setahun, tata sudah menamatkan level membacanya, dan luar biasanya Tata diterima di sekolah regular, tidak sekolah di SLB lagi seperti sebelumnya. Itu yang membuay kami bangga. Bagaimana usaha kami bisa memberi manfaat yang besar baginya.

Ada juga kisah satu anak dari Karangasem, belajar ke Denpasar setiap Jumat dan Sabtu. Anaknya sudah tinggu dan besar, usianya waktu itu 13 tahun. Ketika pertama kali trial, dia bisa baca begini “cara baca aba-aba.” Wiih.. orang tuanya langsung senang, menelpon sanak saudaranya. Mengatakan bahwa ini memang benar-benar ajaib. Beberapa bulan kemudian, karena jarak yang jauh, mereka tidak lanjut kemari. Suatu malam, saya menerima SMS dari anak ini, dia sudah bisa sms sekarang. Dari yang tak bisa baca, sekarag bisa SMS begini isinya, ‘Miss Amy, saya berhenti kursus sekarang karena sudah pintar baca dan sudah dapat sekolah.” Waktu saya membaca SMS itu, saya menangis terharu. Ternyata apa yang kami berikan sangat bermanfaat bagi anak ini. Itu sebagian kecil dari masih banyak lagi cerita-cerita yang menyentuh hati saya.

Apa harapan Anda kedepan?

Semoga dengan semakin berkembangnya Anemone di seluruh Indonesia, semakin banyak anak-anak yang bisa dilayani, semakin banyak lapangan pekerjaan yang tercipta dan semakin terbuka peluang usaha ini di Indonesia untuk bisa berbisnis, beramal dan berkontribusi untuk turut serta mencerdaskan anak-anak bangsa.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri