Ni Nyoman Krisna Kumalayani, S.S – Beatifull Ambassador

Ni Nyoman Krisna Kumalayani, S.S, tak pernah menyangka predikat Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia dikalungkan padanya. Ajang ini merupakan kontes beauty pageant pertama dengan skala nasional yang pernah diikuti oleh dara kelahiran Denpasar, 18 Desember 1989 ini. Sebelumnya, wanita bertinggi 171 cm ini sudah sering wara-wiri mengikuti kontes kecantikan sejenis di wilayah lingkup Bali. Kumala begitu sapaan akrabnya pernah mencoba peruntungan di pemilihan Putri Bali 2010. Sayang impiannya untuk mewakili Bali ke ajang Putri Indonesia mesti buyar, lantaran hanya menduduki peringkat Runner Up 1.

Sosoknya juga mulai dikenal lewat kemenangannya di ajang Jegeg Bagus Bali 2009. Sebagai Jegeg Bali, ia pun kerap melakukan aktivitas sosial dan promosi pariwisata bersama rekan-rekannya dalam Paguyuban Jegeg Bagus Bali. Tak hanya getol mengikuti ajang beauty pageant, Kumala juga dikenal multitalented person. Bagi Anda yang sering menyalakan channel Bali TV, mungkin sudah akrab mendapati paras ayu Kumala membawakan program berita di stasiun TV tersebut. Ya, wanita yang juga punya hobi menyanyi ini adalah seorang presenter dengan jam terbang yang lumayan tinggi. Bahkan ia sempat memenangkan sebuah kompetisi presenter di sebuah stasiun TV Lokal.

Meski kini masih menjabat sebagai Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia 2013, Kumala tetap memfokuskan dirinya untuk menimba ilmu di Jurusan Magister Linguistik Pasca Sarjana Universitas Udayana. Selain itu, ia juga tengah mempersiapkan masa depan yang telah lama diimpikannya. Impian yang sesuai dengan passion dan kata hatinya. Apa itu? Bersama Putra Adnyana, reporter Money & I, Kumala pun membagikan rencana masa depan dan kisah manis pengalamannya selama berpartisipasi di ajang beauty pageant.

Bagaimana awalnya bisa tertarik mengikuti berbagai kontes Beauty Pageant?
Awalnya itu berangkat dari SMA, dari lomba-lomba kelas seperti Jegeg Bagus Foursma. Lanjut mewakili sekolah ke ajang Truna-Truni Denpasar 2006, tapi sayangnya tidak lolos. Ya semuanya sih karena dorongan dari pihak sekolah yang membuat Saya ikut ajang seperti ini. Pas gagal di Truna-Truni Denpasar itu sebenarnya sudah nggak berniat lagi untuk ikutan ajang sejenis. Tapi saat di bangku kuliah, malah didorong sama teman untuk ikutan Jegeg Bagus Badung. Jujur Saya masih pesimis. Namun teman Saya itu ngotot banget biar Saya ikutan. Ngomong-ngomong teman Saya itu pernah mencicipi ajang tersebut dan keluar sebagai salah satu pemenangnya. Jadilah Saya mendapatkan banyak nasehat dan trik untuk bisa berlaga di ajang ini secara optimis. Tak menyangka, malah keluar sebagai pemenang pertama. Kemudian bersambung ke tingkat provinsi, ya ternyata menang lagi. Dibawa mengalir aja deh hingga sekarang.

Lalu Anda melaju ke ajang Putri Bali 2010, bagaimana ceritanya?
Ya sama aja sih, semuanya berawal dari teman-teman yang ngedukung Saya banget untuk ikutan ajang Putri Bali. Memang awalnya dari pribadi sendiri juga ada hasrat untuk coba-coba kontes ini, cuma masih setengah-setengah. Ya nggak nyangka juga dapet predikat runner up 1. Sempat terpikirkan kalau ini merupakan kontes beauty pageant terakhir yang bakal Saya ikuti. Setelah itu Saya akan berniat fokus dengan bidang akademis di kampus serta kegiatan organisasi mahasiswa di dalamnya saja. Oh ya, di tahun yang sama dengan gelaran Putri Bali, Saya juga mengikuti pemilihan Duta Bahasa Bali. Syukur Puji Tuhan, keluar sebagai pemenangnya. Lantas Saya lanjut ke tingkat nasional untuk mewakili Bali. Di sini yang bikin super kaget, karena nggak menyangka sama sekali bisa juara nasional.

Tapi akhirnya kepincut juga kan untuk ikutan pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2012?
Kalau itu karena pihak Disparda Bali yang menyuruh. Semuanya kebetulan. Saat itu Saya lagi main-main ke Disparda dan ketemu Kabid disana. Beliau pun penuh gurau membujuk Saya untuk ikutan pemilihan Putri Pariwisata Indonesia. Wah, beliau merayu Saya terus menerus, karena Saya sempat menolak untuk ikut ajang tersebut. Ya pengalaman ketika mengikuti ajang Putri Bali. Saya susah membangkitkan rasa percaya diri itu lagi. Kalau ajang seperti itu kan tidak cuma wawasan yang dinilai tapi juga tampilan fisik. Hal ini yang bikin Saya terkadang minder juga. Tapi, ya lagi-lagi rayuan seorang teman itu sangat ampuh meluluhkan Saya. Jadilah Saya mengambil tantangan untuk melaju ke kontes Putri Pariwisata Indonesia.

Apa saja persiapannya untuk berlaga di Putri Pariwisata Indonesia?
Persiapannya lumanyan bikin stress, karena sudah lama vaSaya di ajang beauty pageant. Apalagi juga ikut ngurusin sponsor kemana-mana untuk mendukung penampilan Saya di sana. Ya seperti kostum dan hair dress kan perlu sponsor juga. Selain itu dari Disparda Bali juga punya tim sukses yang mempersiapkan segala kebutuhan dan pelatihan Saya sebelum berkompetisi.

Apa saja yang Anda kerjakan selama berkompetisi di ajang ini?
Ada karantinanya seperti pembekalan, pelatihan , kunjungan ke kementerian pariwisata & ekonomi kreatif, hingga kunjungan ke sponsor. Penjuriannya juga berkali-kali dan penuh tahapan.

Apa yang membedakan pemilihan Putri Pariwisata Indonesia dengan kontes-kontes kecantikan yang pernah Anda ikuti sejauh ini?
Secara tak langsung, Putri Pariwisata menjadi kontes kecantikan yang paling menantang bagi Saya, karena levelnya juga tingkat nasional. Di ajang ini benar-benar mencari wanita yang paling smart, charming dan hospitable. Serta wawasan pariwisatanya juga diuji. Bukan hanya sekadar bahasan pariwisata yang menyangkut budaya, kita juga dituntut untuk tahu bagaimana cara pengelolaannya, mengetahui potensinya, hingga cara promosinya. Uji wawasan yang sangat mengkhusus seperti ini sangat menantang ketimbang kontes putri-putrian yang lebih mengacu pada aspek wawasan umum.

Tugas yang Anda emban sebagai Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia 2012 seperti apa?
Sama seperti yang lainnya, di sini Saya bertugas sebagai ambassador pariwisata Indonesia. Sementara ini tugas Saya hanya dalam lingkup Bali saja. Kebetulan Saya sedang menempuh kuliah S2 di sini dan kerja juga, jadi Sayang buat ninggalin apalagi kuliahnya. Jadi Saya dapet dispensasi tugas-tugas di Jakarta maupun keliling Nusantara. Namun kalau misalnya Saya diminta untuk ikut lantaran urgensi, ya Saya berusaha untuk memenuhinya.

Lalu apa ada kejutan lainnya selama menjabat gelar ini?
Saya akan mewakili Bali dalam ajang Miss Tourism Queen of Asia di Shanghai bulan April dan Miss Tourisnm World di Afrika bulan Juni 2013. Tapi tanggalnya belum pasti, cuma kemungkinan besar yang di Afrika aja yang bisa ikut, karena yang di Shanghai akan di undur ke Desember, dan saat itu sudah awa putri baru yang akan mewakili. Oh ya, karena Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang terkenal, sehingga diberikan space khusus dalam ajang ini. Meski runner up 1 Putri Pariwisata juga bakal ikutan kontes ini dengan membawa nama Indonesia. Ya cukup berbanggalah, karena Bali mendapat apresiasi yang begitu istimewa di mata internasional.

Manfaat dari ikutan kontes kecantikan dan ambassador sejenis ini bagi Anda?
Ikut ajang-ajang seperti ini, seperti menabung untuk masa depan. Memperluas networking salah satunya. Seperti sekarang, Saya mendapatkan pekerjaan juga karena koneksi dan prestasi Saya yang sebelumnya di ajang Jegeg Bagus Bali. Salah besar, kalau ada yang bilang ikutan ajang putri-putrian cuma buat mejeng saja. Selain koneksi, manfaat lainnya adalah Saya jadi punya banyak pengalaman dalam melatih mental dan mengasah kepercayaan diri. Ajang ini kan menuntut kita untuk bisa tampil dan berbicara dengan baik di hadapan publik. Tentu ini menjadi bekal praktis untuk menambah kemampuan public speaking Saya sendiri.

Berarti semua kontes yang Anda ikuti benar-benar menekankan tentang tugas ambassador ya?
Tugas ambassador itu tidak cuma tagline kok. Kita benar-benar menjadi representatif dari ajang tersebut. Misalnya saat Jegeg Bagus, Saya mesti mempromosikan pariwisata Bali ke beberapa daerah di Nusantara hingga ke mancanegara seperti Singapura.
Mendapatkan predikat Putri Berbakat juga kan saat pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2012?
Iya, sempet nggak nyangka dan bingung dapat predikat ini. Soalnya talenta kontestan yang lain juga bagus dan unik. Di situ Saya cuma menari Tarian Cendrawasih. Mungkin juri melihat penjiwaan Saya ketika membawakan tarian itu begitu maksimal. Ada salah satu juri sempat memberi komentar bahwa ia memilih Saya karena Saya menari benar-benar seperti penari Bali sesungguhnya.

Berarti dari dulu suka menari ya?
Saya dari kecil sudah mulai belajar menari. Meski vaSaya pada akhirnya ketika di bangku SMP dan SMA. Karena lebih concern ke olah vokal saat itu.

Jadi suka ikut kompetisi nyanyi dong?
Ah nggak juga, hanya saja pernah ikut paduan suara dan kompetisi Pekan Seni Remaja mewakili sekolah. Oh ya Saya juga pernah nekat ikutan Indonesian Idol lho! Kaget juga, ternyata lolos 12 besar perwakilan Bali. Tapi Sayang nggak lolos pas di Jakarta.

Anda juga suka wara-wiri sebagai MC kan?
Itu awalnya dari SMP sih. Gara-gara pihak sekolah juga yang sering menunjuk Saya untuk jadi MC di beberapa acara di sana. Mulai dari sanalah jadi ketagihan. Cuma memang lebih bersifat formal. Puncaknya ya saat di bangku kuliah. Bahkan Saya sempat ikut ajang Citra Prestasi Bali TV sejenis ajang untuk presenter. Puji Tuhan dapet predikat juara 2 untuk kategori program acara. Setelah itu kan ada casting untuk beberapa finalis untuk bisa ditempatkan di beberapa program Bali TV. Sayangnya Saya nggak bisa ikut, karena sudah ada janji duluan untuk MC di sebuah acara. Kemudian, Saya juga pernah diminta untuk jadi presenter continuity di TVRI Bali. Untuk kesempatan di Bali TV sendiri baru datang Juli kemarin saat Saya bertemu dengan Bapak Satria Naradha. Beliau meminta Saya untuk coba mengisi program news Bali TV. Sempet gugup awalnya karena itu persiapannya cuma 15 menit sebelum news dimulai. Ini pertama kali Saya on air.

Perasaan Anda waktu membawakan program berita TV?
Gugup iya! Jujur Saya belum pernah bawain program news. Jadi Saya belajar lagi dengan orang-orang TV di sana. Saya mesti membaca materi beritanya terlebih dahulu. Pokoknya nggak boleh salah baca atau kagok pas bacanya. Mesti sempurna lah!

Ajang yang paling berkesan buat Anda?
Hmmm, duta bahasa sih. Bukan kategori kontes kecantikan memang, tapi lebih sebagai ambassador pendidikan bahasa. Ini berkesan karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Duta Bahasa Bali bisa memenangkan Duta Bahasa Nasional saat masa-masa Saya dulu itu. Senangnya itu juga menular pada perwakilan Duta Bahasa Bali periode kemarin.

Fokus Anda saat ini?
Sekarang fokusnya tetap ngelanjutin kuliah S2 Linguistik Sastra. Saya memang berencana untuk jadi dosen, dan kuliah ini adalah modal awalnya. Ini juga lantaran ingin mengikuti jejak Bapak yang notabene dosen Bahasa Inggris juga. Mudah-mudahan, target lulusnya setahun lagi.

Tidak berniat ikut kontes-kontes kecantikan lagi?
Ah tidak, Saya mau pensiun saja dari ajang ini. Miss Queen Tourism International 2013 ini bakal menjadi ajang terakhir yang akan Saya ikuti. Pokoknya sudah bertekad bulat untuk fokus dengan cita-cita sebagai dosen.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri