Ni Made Ita Rossyani – Dari bunga desa, ke jagat dunia

Dengan ekspresi mata dan jari-jari tangannya yang lincah, tari legong Kraton tersebut dibawakannya dengan memikat, malam talent show yang disiarkan secara langsung oleh televisi Korea itupun memukau para penonton dan juga dewan juri, yang kemudian mengganjar wanita asal Kuta Badung tersebut dengan predikat Miss Talent. Wanita yang juga first runner up Putri Pariwisata Indonesia 2011 itu pun mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, di ajang 24th Miss World University 2011 yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan tahun lalu. Adalah Ni Made Ita Rossyani, wanita kelahiran 6 September 1990 tersebut yang membawa nama Indonesia harum dikancah tersebut. Lalu bagaimana perjalanan karirnya hingga mampu berkembang hingga sejauh ini, dan apa pula cita-citanya nanti?

Bagaimana awalnya hingga bisa berkecimpung di Putri Pariwisata dan Miss World University?

Saya sudah menyukai dunia Modelling sejak SMP, berbagai kompetisi saya ikuti, awalnya saya dipilih untuk mewakili banjar di ajang tingkat desa, pemilihan bunga desa Kuta, dan tidak disangka saya bisa mendapatkan juara 1 Jegeg Bungan Desa Kuta 2009, dari sanalah pengalaman saya mengikuti kontes dimulai. Setelah itu saya dikirim oleh Kuta ke ajang Jegeg Bagus tingkat kabupaten, tetapi sayangnya hanya bisa meraih Runner Up 1. Saya sering mengalami kegagalan, tidak semua jalan mulus saya dapatkan, tapi saya tidak pernah putus asa dan mencoba di ajang yang lain.

Ajang apa yang kemudian diikuti?

Saya mengikuti pemilihan Puteri Bali 2009, dengan penuh kerja keras dan didukung oleh masyarakat Kuta dan keluarga, akhirnya bisa masuk 3 besar Puteri Bali 2009 dengan gelar Runner Up 2. Tidak hanya sampai disitu, kecintaan saya mengikuti ajang-ajang seperti ini, membuat saya kembali ingin berkompetisi. Di tahun 2011, saya mendaftarkan diri via online untuk mengikuti ajang bergengsi Putri Pariwisata Indonesia 2011 mewakil Bali. Seleksinya ketat dan tidak mudah, saya bahkan sampai menangis pada waktu di umumkan berhasil lolos mewakili Bali. Setelah mengikuti karantina selama 2 pekan di Jakarta, kemudian berkompetisi dengan 35 peserta lainnya dan berhasil meraih gelar Runner Up 1 Putri Pariwisata Indonesia 2011.

Baru kemudian Eljohn Pageants mengirim saya untuk mewakili Indonesia di ajang World Miss University 2011 di Korea Selatan berkompetisi dengan 64 negara lainnya selama 3 pekan. Pada saat itu saya mendapatkan gelar The Best Talent dan 20 besar World Miss University 2011. Sungguh anugerah yang luar biasa diberikan Tuhan bagi saya. Selain bisa berkompetisi menambah pengalaman, saya juga sekaligus mempromosikan Indonesia disana, karena selain menampilkan kebudayaan di setiap harinya seperti menggunakan batik, menarikan tarian daerah, saya juga memberikan CD Wonderful Indonesia yang berisi keindahan alam dan budaya Indonesia agar mereka bisa membagi cerita ini dengan teman-teman dinegara mereka masing-masing.

Wonderful, lalu apa saja kegiatan saat ini?

Kegiatan saat ini masih mengikuti beberapa kegiatan yang diberikan oleh Eljohn Pageants sebagai pendiri Putri Pariwisata Indonesia, baik didalam negeri maupun diluar negeri. Misalkan mempromosikan pariwisata Indonesia di Manado pada Asean Tourism Forum, dan juga membawa budaya Indonesia dengan menarikan tarian asli indonesia dengan teman-teman dari putri pariwisata pada acara opening ceremony Sea Games 2011 yang diadakan di Jakabaring, Palembang. Juga mempromosikan pariwisata ke mata dunia pada Brussels Holiday Fair yang diadakan bulan Februari lalu di Belgia. Masih banyak kegiatan lainnya yang kami lakukan, tidak hanya dalam mempromosikan pariwisata Indonesia, tetapi juga dalam sosial dan pendidikan.

Saya dengar kamu sempat dinner dengan Obama Presiden AS, apakah sempat komunikasi dengan beliau, dan bagaimana kesannya terhadap presiden AS tersebut?

Iya, saya dan teman-teman PPI memang ikut membantu kementrian komunikasi dan informasi di media centre pada acara KTT ASEAN yang diadakan di Bali. Saya ikut dinner dengan Presiden Barrack Obama pada waktu itu, tetapi sayang sekali, saya tidak dapat berbincang-bincang, bahkan berjabat tangan saja tidak bisa, karena ketatnya penjagaan. Tetapi suatu kebanggan bisa berada di satu ruangan dengan beliau, dan berharap ada pengaruh positif dengan kedatangan Obama ke Indonesia khususnya Bali, dan kita sudah menunjukkan bahwa Indonesia aman, dan ini juga bisa menjadi pertimbangan calon wisatawan untuk datang kemari.

Waktu kamu menarikan tari Legong kraton begitu memukau, siapa yang mengajari, apakah sebelumnya sudah memiliki skill dibidang dance?

Saya sudah diikutkan sanggar tari sejak berumur 6 tahun oleh orang tua, dan jika ada upacara agama atau kegiatan di desa, saya biasanya berperan serta. Kebetulan saya berkesempatan menampilkan unjuk talent pada malam bakat World Miss University di Korea, dan menurut saya tidak ada salahnya saya menampilkan tarian dari daerah saya, yaitu Bali, yang ternyata tarian Legong Keraton yang saya variasikan gerakannya sendiri berhasil memukau juri, dan tidak disangka saya bisa menyabet gelar Best Talent karenanya.

Bagaimana rasanya tampil di televisi Korea saat menarikan tarian tesebut?

Tidak bisa diutarakan, tentu saja sangat bangga bisa menampilkan budaya Indonesia disana, apalagi bisa ditonton live via website di seluruh dunia, suatu kesempatan yang sangat luar biasa bagi saya.

Jika nanti karir di perhelatan ini berakhir, rencana akan melakukan apa, tetap bergelut di modeling atau sesuatu yang lain?

Planning saya, setelah ini melanjutkan S2 dalam bidang Public Relation, dan juga mungkin tetap menggeluti dunia modeling yang memang saya sukai, sembari mencari ilmu dan modal usaha, saya ingin membuka bisnis kecil-kecilan, sudah ada ide untuk itu, salah satunya mempunyai garment yang memproduksi pakaian ter update, walaupun saya tidak bisa design, tapi mungkin bisa join dengan teman. Semoga bisa berjalan, astungkara.

Apa yang belum tercapai saat ini?

Semua kebahagian sudah dianugerahkan Tuhan, bahkan yang tidak pernah saya prediksi sebelumnya, dan saya sudah cukup puas untuk itu. Tetapi untuk kedepannya saya ingin menjadi orang yang lebih baik lagi, bisa berguna bagi keluarga dan juga untuk negara.

Apa harapan kamu soal Bali dan anak-anak mudanya saat ini?

Saya harapkan generasi muda Bali dan Indonesia tetaplah semangat dan berprestasi, janganlah takut bermimpi, buatlah mimpi itu sebagai motivasi bagi diri kita sehingga bisa mewujudkan mimpi tersebut. Khusus untuk Bali, tetap menjadi the best destination dunia, tetap mempertahankan eksistensinya, melestarikan budaya dan keramah tamahan masyarakatnya.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri