Lisa Dewi, NEELA Home – Wujudkan Mimpi Lewat Seni Mempersolek Rumah

Beberapa cushion warna-warni berjejer rapi. Sofa-sofa empuk tampil dengan gaya minimalis. Sebuah kabinet dapur terinstalasi penuh kesan modern masa kini. Mejameja antik bermaterial organik, hingga pajangan-pajangan lucu penghias dinding. Benda-benda itulah yang akan memberi kepuasan kepada indera penglihatan Anda, ketika mengunjungi Neela Home. Bak menyinggahi salah satu ruangan di sebuah rumah modern, di mana interiornya telah terkonsep rapi dan punya cita rasa seni.

Tapi jangan beranggapan bahwa Neela Home adalah sebuah galeri seni. Jelas bukan. Neela adalah sebuah perusahaan jasa interior desain dan sekaligus manufaktur furnitur yang akan menyulap interior rumah Anda menjadi lebih artistik, lebih terkonsep, dan lebih nyaman untuk dihuni. Neela Home siap memberikan sentuhan seni di setiap sudut ruangan Anda. Neela juga menawarkan beragam koleksi furnitur berkualitas tinggi yang mampu menyesuaikan dengan mood dan konsep interior impian Anda.

Semenjak dibuka pada 10 Oktober 2011 silam, Neela Home perlahan-lahan tumbuh dan menemukan karakter brand-nya dengan spesialisasi terhadap customize design furniture. Adalah Lisa Dewi, sang kreator dan inisator di balik brand Neela Home. Wanita kelahiran Klungkung, 23 Oktober ini melihat titik terang di bisnis desain interior, terlebih ketika melihat fenomena masyarakat urban yang semakin sadar untuk mempersolek rumahnya.

Ibunda dari Kayla Dewi Mangala Yulianto ini memulai usahanya dari nol. Tanpa latar belakang pendidikan interior design dan hanya berbekal passion serta taste yang baik dalam menilai sebuah desain dan seni, Lisa penuh percaya diri menjalankan bisnis yang dioperasikannya di bilangan Sunset Road tersebut.

Ditemui oleh tim M&I Magazine di selasela kesibukannya, Lisa memaparkan perjalanannya dalam membangun Neela Home. Hal menarik apa yang ditemukan Lisa di dunia interior? Visi apa yang ia suntikan pada brand bisnis Neela Home miliknya? Seperti apa prospek bisnis desain interior dan furnitur di Bali khususnya? Semua pertanyaan tersebut terjawab dalam kutipan panjang wawancara berikut ini.

Bisa ceritakan awal anda terjun ke dunia desain interior hingga mendirikan Neela Home?

Saya sudah terjun ke dunia desain interior sejak 2008. Awalnya saya membantu mengelola bisnis rekanan, namun akhirnya saya memilih untuk membangun brand sendiri, yakni Neela Home ini. Kalau di bisnis sebelumnya saya lebih banyak fokus pada pembuatan sofa. Di sini saya mengembangkan spesialisasi pada customize furniture dengan bahan utama plywood. Salah satu contohnya adalah pembuatan kitchen cabinet dan wardrobe. Bisa dibilang main business Neela Home ini sendiri cenderung ke customize cabinet tersebut.

Seperti apa target pasar yang anda lihat?

Awalnya kami menyasar ekspatriat dan pendatang sebagai target market utama Neela. Karena saya melihat untuk urusan furnitur dan desain interior, orang-orang pendatanglah yang lebih tertarik dan berani bereksplorasi. Mereka ingin dibuatkan desain interior yang proper. Sementara untuk ekspatriat bagian terpenting di dalam rumah untuk mereka adalah dapur, sehingga mereka berani mengeluarkan biaya yang besar untuk itu. Namun seiring waktu dan dikarenakan laju pertumbuhan ekonomi yang membaik, kami mulai banyak mendapatkan permintaan dari customer lokal yang juga menginginkan hasil yang maksimal untuk desain interior rumah atau villa mereka. Dengan memiliki showroom di kawasan strategis Sunset Road, kami bisa menyasar semua kalangan.

 

Saya memang tipikal orang yang senang merapikan dan menata sesuatu. Ada kepuasan tersendiri, ketika melihat hasil akhir yang awalnya nothing kemudian jadi cantik.

 

Apakah prospek untuk bidang desain interior sangat cerah?

Saya lihat bisnis interior design ini punya prospek yang sangat bagus karena sifatnya berkelanjutan. Akan selalu ada generasi baru yang memerlukan tempat tinggal baru atau rumah-rumah lama yang perlu direnovasi dengan adanya keinginan pemilik untuk memberikan penyegaran. Saya lihat tren interior design itu sendiri mengikuti taste dari masing-masing customer. Sejauh ini customer kami cenderung lebih suka dengan konsep furniture yang functional, clean cut, dan modern. Minat mereka terhadap furnitur yang traditional dengan kayu solid yang banyak ukiran sudah mulai berkurang. Lebih banyak permintaan untuk mengerjakan konsep interior yang lebih modern dan kontemporer. Meski begitu, kami juga terkadang mengerjakan furnitur dengan bahan solid wood.

Apa yang membuat anda sangat tertarik dengan dunia desain interior?

Bisa dikatakan sudah seperti hobi sih. Dari dulu saya memang senang merapikan dan menata ruangan atau rumah sendiri. Ada kepuasan tersendiri, ketika melihat ruangan yang awalnya kosong atau berantakan kemudian jadi cantik.

Dari mana anda mempelajari desain interior?

Saya belajar desain interior secara otodidak. Saya suka baca buku dan majalah tentang desain dan juga sering traveling. Setiap kali melihat hal dan tempat baru saya banyak dokumentasikan untuk kemudian bisa dijadikan bahan inspirasi. Sebenarnya, latarbelakang pendidikan formal saya adalah hospitality. Ketertarikan terhadap interior design memang sudah ada sebelum saya kuliah pariwisata. Tapi saya memutuskan untuk mempelajari pariwisata, karena saya pikir prospek karir di industri perhotelan Bali sangat cerah. Awalnya saya benarbenar serius di bidang tersebut. Saya sampai melanjutkan pendidikan perhotelan lagi dengan satu International chain hotel di New Delhi. Hampir 6 tahun saya berkarir di perhotelan. Namun, lantaran berkeluarga dan baru habis melahirkan, saat itu saya memutuskan untuk rehat sejenak dari perhotelan. Selang beberapa lama, malah ada tawaran untuk mengelola bisnis interior. Saya pun memulai semuanya dari sana. Ternyata ilmu yang saya dapatkan di hospitality terbawa juga di bidang yang kini saya jalani. Kalau tidak punya skill guest relation dan management yang bagus, tentu saya akan kesulitan untuk menjalankan perusahaan dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk customer.

 

Di Bali senDiri masih jarang yang spesialisasnya untuk customize furniture. jaDi ini merupakan salah satu poin plus neela.

 

Apa nilai tambah yang Neela tawarkan ke customer?

Kami menawarkan one stop service, di mana kami memberikan pelayanan dari proses merancang ruangan, produksi furnitur, pemasangan sampai dengan pemilihan perlengkapan aksesoris. Jadi dari ruangan kosong serahkan pada kami, akan kami kerjakan sampai siap dipakai dalam waktu yang relatif singkat. Dengan tim kreatif yang kami miliki kami bisa memberikan konsultasi gratis untuk konsep desain yang diinginkan. Berdasarkan hasil diskusi dengan klien mengenai konsep apa yang mereka inginkan, kami buatkan gambar sketch desain per ruangan beserta perkiraan biaya. Apabila sudah disetujui maka kami akan tindak lanjuti dengan membuat gambar detail beserta 3D untuk kemudian bisa ditindaklanjuti oleh tim produksi kami.

Jadi semua produk furnitur di Neela diproduksi sendiri?

Ya, kami memproduksi semua furnitur pesanan di workshop yang letaknya tidak jauh dari showroom kami. Dengan jumlah pekerja yang mencapai 30 orang, kami bisa merealisasikan pesanan dengan cepat dan kualitas terjamin. Sebagai contoh, pembuatan sofa bisa diselesaikan dalam waktu satu minggu dan untuk cabinet kitchen paling cepat 3 minggu. Klien pun bisa datang sewaktu-waktu untuk melihat proses pembuatan.

Tantangannya dalam berbisnis di bidang interior design?

Tantangannya, karena ada begitu banyaknya kompetitor yang bergerak di bidang yang sama, kami harus selalu memastikan tim desain kami memiliki ide kreativitas yang selalu berkembang, sehingga hasil kerja kami tidak monoton. Kami juga selalu berusaha konsisten dalam memberikan pelayanan ke customer dan menjaga kualitas barang produksi kami. Sejauh ini saya rasa kami sudah cukup berhasil mempertahankan kepuasan pelanggan karena rata rata sekitar 75% pekerjaan yang kami kerjakan adalah dari returning customer atau rekomendasi dari mereka.

Apa goal anda berikutnya untuk Neela Home?

Target saya kedepannya agar Neela bisa berkembang lebih besar dan membuka cabang di tempat atau kota kota lain sehingga bisa mewujudkan lebih banyak rumah rumah impian dengan harga terjangkau untuk customer kami. Untuk sekarang saya masih harus belajar banyak dalam sistem organisasi dan operasional perusahaan, agar lebih kuat dan juga membuat tim kerja yang solid.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter