Lim Vonny & Melissa – Lavonne, Kilau Berlian dari Generasi ke Generasi

Semenjak didirikan pada tahun 1997 oleh Lim Vonny, Lavonne Gallery menjadi pionir bisnis perhiasan berlian di Bali yang terus berkembang dan memperluas target pasarnya. Outlet pertamanya di bilangan Hassanudin telah menjadi saksi bisu atas kesuksesannya tersebut. Lavonne Gallery secara resmi membuka gerai keduanya di Lippo Plaza Mall, Sunset Road pada 2012 lalu. Ratusan koleksi berlian yang diimpor langsung dari Hongkong telah menjadi aksesoris favorit para sosialita di Bali. Jaminan kualitas dan harga bersaing adalah salah satu daya tariknya, di samping desain-desain perhiasan yang selalu glamour serta mengikuti tren yang berkembang. Sadar bahwa bisnis perhiasan berlian Lavonne semakin bertumbuh pesat, setelah menyelesaikan pendidikan di jurusan Fine Art – Jewellery and Metalsmithing, Lim Vonny pun mengajak putri sulungnya, Melissa untuk turut mengembangkan usaha Lavonne.

Perempuan kelahiran Lampung, 8 September 1983 ini pun mulai menyuntikan ide-ide segarnya pada Lavonne, salah satunya adalah dengan kehadiran outlet baru di Sunset Road demi menjangkau market yang lebih luas. Ditemui di outlet kedua Lavonne di Lippo Plaza Mall, perempuan yang pernah memenangkan kompetisi desain perhiasan tingkat Asia Tenggara di Singapura pada 2005 lalu itu pun menceritakan tentang visi, misi, dan impian Ibu dan dirinya terhadap Lavonne. Kepada reporter M&I Magazine, Melissa menceritakan bagaimana perkembangan bisnis keluarganya tersebut serta bagaimana ia bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan bisnis perhiasan. Perempuan yang berdomisili di wilayah Denpasar Barat ini juga sempat menuturkan bahwa salah satu nilai tambah yang diberikan Lavonne Gallery adalah kehadiran dirinya yang bisa memberikan layanan profesional dalam hal desain bagi customer yang ingin membuat khusus perhiasannya dan sharing knowledge seputar perhiasan kepada customer loyal mereka. Berikut kutipan panjang wawancara dengannya.

Apa yang membuat anda tertarik melanjutkan bisnis keluarga yang berfokus pada perhiasan?

Ketertarikan saya terhadap bisnis perhiasan itu sendiri bisa dikatakan terjadi secara alamiah, karena memang latarbelakang bisnis keluarga, terutama ibu berfokus pada perhiasan. Saya sendiri memang suka dengan sesuatu yang berkaitan dengan seni. Seni itu pula yang saya lihat terdapat di perhiasan. Sejak kecil saya sering diajak ke berbagai eksibisi perhiasan internasional oleh ibu saya dan saya rasa dari sana ketertarikan terhadap perhiasan semakin muncul. Ketika saya memilih serius untuk kuliah tentang perhiasan di Singapura pun bukan karena paksaan. Lalu usai saya lulus kuliah tahun 2005, ibu mengajak saya untuk ikut terjun mengelola bisnisnya ini. Bahkan adik saya, Monica tahun ini ikut bergabung juga setelah selesai memperdalam tentang gemology yang berkaitan dengan berlian dan gemstones.

Bisa ceritakan secara singkat usaha Lavonne yang dirintis ibunda ?

Lavonne ini bisa dibilang pionir untuk perhiasan berlian di Bali. Gerai kami pertama berdiri di bilangan Hasanudin Denpasar sejak tahun 1997. Saat itu belum ada toko yang berfokus di perhiasan berlian. Lavonne ini berdiri, karena ketertarikan Ibu yang besar terhadap berlian itu sendiri. Daripada mengoleksi berlian cuma dijadikan hobi dan digunakan untuk diri sendiri, ada baiknya dimanfaatkan celah bisnisnya di sana. Menariknya lagi, meski ibu tidak punya basic bisnis perhiasan, tetapi ia punya taste yang bagus dalam melihat perhiasan berlian.

 

Semenjak didirikan pada tahun 1997 oleh Lim Vonny, Lavonne Gallery menjadi pionir bisnis perhiasan berlian di Bali yang terus berkembang dan memperluas target pasarnya. Gerai pertamanya di bilangan Hassanudin telah menjadi saksi bisu atas kesuksesannya tersebut.

Selain itu, ia juga sering berpergian ke Hongkong untuk hunting berlian. Tahu sendiri kan kalau Hongkong itu memang punya industri perhiasan yang sangat maju dan besar. Jadi, ia pikir tidak ada salahnya untuk coba dihadirkan di Bali dan ditawarkan kepada pasar lokal di sini. Ibu pun mempelajari perhiasan secara otodidak sejauh ini, langkah apa yang telah anda tempuh untuk memperkuat bisnis Lavonne?

Sebagai generasi kedua dalam bisnis keluarga ini, saya lebih cenderung fokus pemanfaatan perkembangan teknologi. Seperti dalam hal pemasaran dan transaksi yang memanfaatkan dunia maya, sehingga order dan respon dari dan untuk pelanggan menjadi lebih cepat. Intinya, saya ingin membawa sedikit perubahan dari hal yang masih konvesional menjadi lebih modern dalam bisnis ini. Pembukaan outlet kedua di Lippo Plaza Sunset Road ini pun juga merupakan realisasi pengembangan. Awalnya saya punya ide untuk berekspansi ke luar dari toko pertama yang di Hassanudin tersebut, karena saya pikir sudah saatnya Lavonne lebih maju lagi. Di Hassanudin kan sudah kelihatan, bahwa target pasarnya adalah masyarakat Denpasar dan sekitarnya. Namun, seiring waktu kami juga menemukan target pasar baru dari Nusa Dua dan Kuta. Sayangnya, lokasi toko di Hassanudin tersebut sedikit menyulitkan para customer dari Kuta dan Nusa Dua. Jadi, saya pikir inilah saatnya untuk membuka outlet di lokasi yang bisa dijangkau oleh para turis dan ekspatriat.

Seperti apa tantangan dalam berbisnis berlian?

Tantangan bisnis ini adalah menjaga kepercayaan yang telah diberikan customer kami dan bagaimana mengedukasi orang tentang perhiasan berlian itu sendiri. Saya ingin mengajarkan customer dari hal yang sangat basic, seperti bagaimana melihat kualitas berlian, bagaimana membedakan berlian asli dan palsu dengan menggunakan loop. Kami menjual barang yang sama dengan toko perhiasan lain tetapi harganya enggak overprice. Orang percaya enggak percaya, padahal produk dan kualitasnya sama kok. Kebanyakan orang lebih liat prestis brandnya, semahal apapun harga yang ditawarkan. Orang bisa dapat harga di tempat lain 10 kali lipat dari harga yang sepantasnya. Tapi, kami tidak seperti itu. Kami menjaga harga perhiasan kami agar tidak overprice tanpa mengorbankan kualitas. Ini poin plus yang membuat customer kami tetap setia sama produk kami. Perhiasan yang tidak overprice dengan kualitas terbaik.

Bagaimana dengan prospek pasar di Bali terhadap bisnis ini?

Untuk prospek bisnis berlian sangat bagus di Bali. Apalagi saat kita pertama kali buka, hanya Lavonne yang berani fokus di perhiasan berlian. Sementara, toko-toko lain di Hassanudin masih lebih menawarkan perhiasan emas tanpa berlian. Kalau sekarang, kompetitornya sudah mulai banyak. Tapi kami optimis bisa bertahan di bisnis ini. Dengan hadirnya gerai-gerai baru di masa akan datang adalah bukti bahwa Lavonne Gallery terus berkembang. Oh ya, orang-orang lokal kini juga sudah mengerti bahwa berlian itu bernilai tinggi. Orang bilang diamond is forever. Value berlian dan nilai prestise tidak akan termakan waktu. Orang memakai berlian, karena ia ingin menampilkan kesan prestisius dan mewah. Meski berlian itu ukurannya kecil, tapi nilainya sangat besar. Cocok juga untuk investasi, karena harga berlian selalu stabil.

 

sebagai generasi keDua Dalam Bisnis keluarga ini, saya leBih cenDerung fokus paDa pengemBangan teknologi.”

Di awal berdiri, bagaimana Lavonne mencari target pasarnya?

Berdasarkan pengalaman kami, beli berlian itu dibutuhkan kepercayaan. Kebanyakan orang akan lebih nyaman membeli berlian lewat atau atas rekomendasi temannya, ketimbang membeli berlian di toko yang enggak mereka kenal dan tidak pasti kualitasnya. Begitulah cara ibu saya memulai bisnisnya. Koneksi Ibu sangat luas. Ia memanfaatkan jaringan pertemanannya untuk memperkenalkan brand dan produk Lavonne. Ketika ketemu Ibu, secara otomatis customer yang notabene rekan beliau akan lebih percaya untuk membeli berlian dengannya. Jadi menjaga kepercayaan tersebut adalah prioritas kami. Di sini, customer kami yang langganan dari tahun 1997 sampai sekarang terus mempercayakan kebutuhan perhiasan berliannya kepada kami. Bahkan dari ibu sampai anaknya, pokoknya secara turun temurun jadi customer kami. Mereka sudah percaya, kalau kami bilang bagus, ya pasti bagus, kalau enggak, ya enggak. Ini yang membuat mereka enggak seperti beli kucing dalam karung.

Jenis perhiasan berlian yang menjadi favorit di Lavonne?

Rata-rata semua jenis perhiasan kita punya dan jadi favorit customer. Mulai dari cincin, liontin, anting-anting, gelang, dan lainlain. Trend perhiasan berlian terbaru kami datangkan langsung dari Hongkong dan kami hadirkan di Lavonne Gallery yang di Sunset Road ini. Dan untuk penawaran diskon menarik setiap hari bisa didapat di outlet Hassanuddin yang kami merupakan factory outlet sekaligus workshop Lavonne. Layanan tambahan yang disediakan juga menjadi favorit bagi konsumen kami seperti krum emas putih, mas kuning, perbaikan, perubahan, maupun pembuatan perhiasan berlian.

Bagaimana dengan jaminan kualitas? Apa yang membuat berlian Lavonne lebih menarik?

Berlian kami semuanya cutting Eropa dengan kilauan yang sempurna. Seluruh produk memang sengaja kami datangkan dari Hongkong, karena kami tahu persis jaminan kualitasnya. Di Hongkong, industri perhiasannya memang sudah sangat maju. Produk diproduksi secara pabrikan, di mana memperhatikan betul detil-detilnya. Minim resiko terjadinya copot berlian dari rangka perhiasannya. Jadi, kalau misalnya ada salah satu customer Lavonne yang berlian di perhiasannya copot tanpa sepengetahuannya dan terjadi lantaran faktor kesalahan dari pabrik, maka kami berikan garansi replace berlian baru secara cuma-cuma. Asalkan itu terjadi tidak lebih dari sebulan dan memang benar merupakan produk yang dibeli dari Lavonne.

 

orang bilang Diamond is forever. orang memakai Berlian, karena ia ingin menampilkan kesan prestisius.”

Apakah perhiasan berlian yang sudah dibeli bisa dijual kembali ke toko anda?

Tentu saja, kami menerima jual kembali berlian ke Lavonne, asalkan memang itu produk awalnya beli di kita. Itu sudah merupakan policy kami, bahwa kami hanya menerima penjualan kembali berlian khusus Lavonne, karena kami tahu kualitas produk kami seperti apa. Untuk jual baliknya pun harus lewat saya dan saya cek lagi untuk memastikan kualitasnya.

Adakah rencana-rencana lainnya ke depan untuk pengembangan bisnis Lavonne?

Di tahun 2015 ini Lavonne Gallery berencana untuk membuka gerai yang ketiga di bilangan Tuban Kuta. Mudah-mudahan Agustus 2015 ini terealisasikan..

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri