Joanna Hoffman Si Cantik “Penakluk” Steve Jobs

You Can’t be proud of something you never had to fight for.”

Artis sebesar Kate Winslet dibuatnya gugup. Ketegasan dan cara berbicara yang amat berwibawa menjadikan ia salah satu orang yang disegani dijajaran petinggi Apple.Inc. Wanita berkebangsaan Polandia ini memiliki cerita unik dibalik kesuksesannya berkarir di Apple. Selama ini kita belum mengenal siapa Joanna Hoffman hingga peluncuran film Steve Jobs (pendiri Apple Computer.inc) ditayangkan. Joanna Hoffman adalah putri dari Jerzy Hoffman dan Marlene. Besar dan tinggal bersama ibunya di Uni Soviet hingga ia berusia 10 tahun, kemudian pindah bersama ayahnya ke Polandia selama dua tahun.

Hidup Joanna Hoffman terus berpindah-pindah dari ayah dan ibunya yang sudah berpisah. Hingga suatu hari, ibunya menikah dengan seorang berkebangsaan Amerika Serikat dan pindah ke Buffalo, New York.

Kepindahannya ke Amerika Serikat menjadi titik balik perubahannya. Hoffman kala itu adalah seorang gadi jelita yang belum bisa berbahasa inggris dan tak tahu apapun tentang Amerika. Namun ia bisa belajar dengan cepat. Menguasai bahasa inggris dan unggul di sekolah. Melanjutkan studi majornya di bidang Antropologi, fisika, linguistik dan meraih gelar sarjana dalam bidang sains dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dalam bidang arkeologi di University of Chicago.

Oleh karena kecemeralangan otaknya di kelas, Hoffman didorong oleh teman-temannya untuk mengajukan cuti kuliah guna mengikuti kuliah yang diadakan Apple di Xeror PARC di California. Tak disangka, nasib yang membawanya ke sana membuat ia terlibat diskusi panas dengan Jef Raskin, yang menjadi salah satu petinggi Apple. Diskusi yang terfokus pada pembahasan, “Apakah komputer akan terlihat sebagai hal yang akan memudahkan aktivitas manusia?” diskusi itu membuat Jef menggeleng takjub atas gagasan yang dikemukakakn Hoffman, kemudian Jef pun langsung melontarkan pertanyaan, “maukah kamu interview untuk satu posisi jabatan di Apple?”

Project pertama yang Hoffman tangani adalah Macintosh pada bulan Oktober tahun 1980 silam. Produk yang sekarang kita kenal dengan nama OS Mac ini memiliki tim awal raskin, Burrel Smith, Bud Tibbel dan Brian Howard yang belakangan terus berkembang pesat hingga sekarang.

Hoffman memiliki reputasi baik di Apple, prestasinya itu membuat ia ditarik oleh si bos besar Steve Jobs untuk NeXT sebagai salahs atu tim inti. Semenjak ditarik menjadi salah satu tim kerja oleh Steve Jobs, Hoffman menjadi salah satu dari sedikit orang yang bisa terlibat langsung dengan Jobs. Dalam kurun waktu yang singkat, antara 1981 hingga 1982 ia berhasil meraih penghargaan “The Person Who did The Best Job of Standing Up To”.

Di awal tahun 1990-an, Hoffman terus memperlihatkan kinerjanya yang luar biasa hingga ia menjabat sebagai wakil pimpinan pemasaran di General Magic. Ia memutuskan pensiun pada tahun 1995 dan memilih menghabiskan lebih banyak waktu untuk keluarganya. Hoffman menikah dengan Alain Rossman, dengannya dikarunia dua anak laki-laki.

Ketika diwawancarai entertaiment Weekly di New York Film Festival, apa kesan Kate Winslet ketika menemui tokoh yang ia perankan dalam film Steve Jobs itu. “Luar biasa bertemu dia. Saya sangat gugup karena saya tidak ada apa-apanya dibandingkan. Saya sama sekali bukan siapa-siapa, dan dia sama sekali tidak seperti saya,” ujarnya kagum.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri