Introduced Ubud Jazz Village Festival 2013 in Sanur

Tiupan melankolis saxofon, petikan magis gitar akustik dan cello, hingga dentingan lirih piano menghiasi malam teduh perayaan Jazz Rendez-vous “Road To Ubud Jazz Village Festival 2013”

Jumat malam, 22 Februari 2013 lalu, Bali Deli Sanur mendadak disergap oleh atmosfer musik Jazz yang begitu pekat. Seluruh meja pun habis dipenuhi oleh para pengunjung. Mata dan indra pendengaran mereka tertuju pada satu titik yakni panggung Jazz Rendez-vous “Road To Ubud Jazz Village Festival 2013” yang menampilkan sederet musisi jazz profesional dengan karya-karya mutakhir mereka.

Mulai dari Rio Sidik Quartet, Yuri Mahatma +4, Underground Jazz Movement dan Eko Sumarsono menghadirkan nomer-nomer Jazz yang memikat dan kaya akan permainan eksentrik dari instrumental mereka. Seolah masing-masing instrumen menjadi jiwa di atas panggung, tak ayal manuver-manuver musikalitas yang kompleks pun terdengar amat syahdu. Acara yang dimulai sedari pukul 19.00 wita itu pun berhasil menghanyutkan penonton dengan alunan yang terkadang mengimpresikan romantisme, melankolis, hingga hentakan groovy.

Jazz Rendez-vous “Road To Ubud Jazz Village Festival 2013” sendiri merupakan event pemanasan sebelum menuju acara utama Ubud Village Jazz Festival 2013 yang akan digelar di Arma, Ubud pada 9-10 Agustus 2013 mendatang. Demi memberikan sekilas perkenalan dan sekaligus menarik antusiasme penonton lebih banyak di luar Ubud, maka diadakanlah Jazz Rendez-vous berkat kerjasama dengan restoran Bali Deli.

Menurut Verdi Renaldi, selaku Marketing and Event Manager Bali Deli, sesungguhnya Bali Deli sendiri memang secara rutin tiap minggunya menghadirkan penampilan home-band yang membawakan musik jazz. Jadi Jazz Rendez-vous pun bukan gelaran jazz pertama yang singgah di restoran eksklusif yang berada di bilangan Danau Tamblingan Sanur ini.

Gelaran Jazz Rendez-vous pertama kali di luncurkan oleh Serambi Art Antida, dimana secara rutin diselenggarakan hampir tiap bulannya sejak 2010 lalu. Acara tersebut diprakarsai oleh A.A. Anom Darsana (pemilik Antida Studio-Music Production) dan Yuri Mahatma (Musisi, pendiri Underground Jazz Movement). Jazz Rendez-vous sempat vakum selama beberapa bulan dan baru menemukan kebangkitannya lagi pada Agustus 2012 silam.

Melalui sebuah ide dengan menjadikan Jazz Rendez-vous sebagai konser rutin bulanan dalam bentuk sebuah roadshow yang akan membuka sebuah event festival jazz berskala internasional bertajuk Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2013.

Sederet musisi jazz internasional pun akan tampil untuk memeriahkan Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2013. Sebut saja Peter Beets (Belanda), Uwe Plath, Dian Pratiwi (Germany), Yokohama Association of Artists (Japan), David Ades (Australia), Balawan, Dwiki Dharmawan, Simak Dialog, The Jongens, Dewa Budjana, Yuri Mahatma, Koko Harsoe, Astrid Sulaiman, Ito Kurdhi, dan sederet musisi lainnya.

Konsep acara nantinya pun akan disuguhkan secara unik lantaran mengusung konsep green festival, dimana meminimalisasi penggunaan energi dengan menggunakan led lights dan obor, serta memaksimalkan penggunaan recycle material -tidak menggunakan kantong plastik- dan segala sesuatu yang berkaitan dengan semangat Go Green.

Grace Jeanie, selaku Humas UVJF 2013 mengharapkan festival jazz di Ubud ini meski gelarannya tidak besar, namun diharapkan dapat memuat pesan yang besar bagi para penonton nantinya. “Kami menyebut acara ini adalah Small festival, Big message.” pungkasnya.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri