Hidup Segan, Hidup Tak Mau

Judul tulisan di atas mungkin terlalu lebay, namun sejujurnya saya tidak bisa menemukan judul lain yang dapat menggantikan perasaan kita bila tengah dilanda putus asa, depresi, resolusi yang gagal total, atau menghadapi masalah yang sepertinya tak kunjung usai dan selesai. Sebagai manusia biasa, perasaan itu pasti pernah kita rasakan, baik dalam kehidupan profesionalisme, keluarga, pertemanan atau lingkungan lainnya. Masalahnya, jika kita terlalu sering mengeluhkan hal yang sama, wah, kita bisa benar-benar in trouble lho. Yuk cek up, why it’s happens.

1. Definitely, This is not your passion

Tokoh passion kita, Rene Suhardono menggambarkan dengan baik apa itu passion, lalu  bagaimana dengan Anda? Passion bukan sekedar sesuatu yang Anda sukai, cinta mati, hobi maksimal, namun lebih kepada sesuatu yang membuat Anda tumbuh, jadi lebih pintar, lebih kreatif, lebih cerdas atau lebih lainnya yang  membuat Anda “lebih baik” dari kita yang dulu. Passion tidak selalu harus soal pekerjaan, karir atau sesuatu yang berujung materi. But, passion Anda, passion-lah yang membuat Anda terhindar dari stres dan putus asa.

2. You Trying To Impress Other People

Apakah yang Anda lakukan dan kerjakan saat ini adalah yang benar-benar original dari Anda, atau Anda melakukan, mengerjakan, membantu orang-orang di sekitar Anda hanya untuk memberikan kesan “baik”, atau bahasa kerennya pencitraan? Anda sibuk lembur supaya terlihat bekerja keras, Anda gembar-gembor tentang membaca buku supaya terlihat cerdas, wah percaya deh, seiring waktu Anda pasti kelelahan. Kita semua punya banyak pilihan dalam melakukan apapun dalam keseharian kita, pilihan untuk menunjukkan sisi terbaik dari Anda dan memang original itulah Anda. Jika memang Anda adalah sosok baik hati penuh semangat, pekerja keras dan berintegrasi tinggi, sudah pasti aura Anda akan terpancar seperti itu, lalu kenapa mesti sibuk “mengesankan” orang lain untuk sebuah pengakuan?

3. You Are Not Happy

Hayooo, kehidupan begini indah namun Anda tak happy? C’mon, happy is simple, sesederhana saat Anda beli sepatu baru. Jika Anda mudah untuk bahagia, stres dan depresi tidak akan mudah datang pada Anda. Walaupun bawel, Anda happy punya orang tua, walaupun posesif Anda happy punya suami, walaupun tak bisa diam dan suka bantah, tapi Anda dikarunia buah hati yang sehat, walaupun galak tapi bos tetap memberikan penghargaan yang baik pada kerjaan Anda, terus apalagi yang bikin Anda tidak bahagia?

4. You Don’t Have Purpose

Nah, ini dia yang paling sulit dan sering bikin orang patah hati. Purpose atau tujuan hidup alias cita-cita. Tak bisa dipungkiri, tujuan hidup sering tak terlalu kita pikirkan. Pokoknya show must go on saja, hidup mah ngalir aja. Salahkah? Tidak juga. Tapi purpose membuat Anda punya harapan, punya gairah, punya semangat. Kalau tidak percaya, berarti Anda menentukan purpose terlalu sulit, kurang spesifik dan itu sudah pasti bukan passion Anda. Jangan terlalu ruwet tentang purpose. Mau turun berat badan 5 kg minggu depan atau mau punya simpanan emas 50 gram akhir tahun 2016, nah sederhana kan? Please, set goals for every area of your life.

5. Anda susah-susah ikut sosial media, mem-follow para motivator kondang dan terkini, seminar sana-sini dan semangat Anda hanya awet untuk saat ini. Wah, Acttually your motivation is you, no one else. Selama ini penentu “kebijakan” hidup adalah Anda sendiri. Terinspirasi oleh orang lain tentu saja boleh dan cool, tapi ingat Anda lah yang membuat diri Anda berhasil. You are not born to make excuse. Bukankah orang tua memberikan Anda nama dengan penuh arti, bahkan sampai menyisipkan nama tokoh ternama, semata-mata agar Anda juga pasti berhasil atau minimal harapan orang tua agar anaknya sukses dan panjang umur. Amin!

If you don’t go after what you want, you will never have it, if you don’t ask, the answer is always no, if you don’t step forward, you will always be in the same place.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri