Hello, Office Politics

Begitu baca judulnya, saya yakin mungkin sebagian dari Anda akan langsung bersungut-sungut atau mungkin ada yang membatin, “Oh aku korbannya nih!” Mungkin Anda merasa ada orang dengan kemampuan bicara yang baik dan modal senyum, lebih cepat naik karier daripada Anda yang sibuk bekerja keras sampai lembur. Selama kita masih berstatus pekerja, saya yakin office politics (politik kantor) pasti pernah Anda dengar dan mungkin ada yang mengalami. Bagaimana berdamai dengan politik kantor? Semoga Anda berkenan dengan tips ringan berikut ini!

  1. Always see the bright side

Teori memang mudah, tapi sejujurnya seburuk apa pun suatu kejadian di lingkungan pekerjaan pasti akan ada hal yang positif yang bisa dipelajari. Jika Anda merasa stuck, jenuh, tak mampu berprestasi maksimal hingga ditelikung teman sndiri naik jabatan, Anda sebaiknya bertanya langsung pada atasan. Bertanya lebih baik daripada Anda diam saja. Bertanya juga bukan berarti kita protes lho, namun hanya salah satu cara untuk legowo  menerima kekurangan kita dan mencoba lebih berkembang. Jangan lupa tentukan deadline, karena jika ternyata Anda tak berhasil meningkat juga, siapa tahu rezeki Anda mungkin sudah tidak di perusahaan itu lagi.

 

  1. Cepatlah beradaptasi

Lingkungan pekerjaan adalah ligkungan yang sangat majemuk. Terdiri dari berbagai  macam suku, ras, aneka karakter dan kebiasaan. Belum lagi sifat-sifat manusia yang lain. Terkadang tanpa suatu alasan yang jelas, kita merasa tidak suka pada seseorang. Terkadang kita sudah bekerja maksimal, tapi bagi atasan kita justru dianggap “standar” saja. Cepatlah beradaptasi dengan lingkungan, baik itu karakter manusianya, budaya kerja, kebiasaan bekerja, atau kebiasaan kantor lainnya. Kecepatan Anda beradapatasi sangat membantu menemukan apakah memang hebat Anda berada di tempat bekerja saat ini. Jangan buang-buang waktu jika memang passion Anda bekerja bukan di tempat sekarang.

 

  1. Who’s the boss ?

Anda pasti tau ungakapan “Asal Bapak Senang” (ABS) atau dalam istilah Bahasa Bali “Mecik Manggis”. Ungkapan itu sebaiknya tidak selalu Anda konotasikan negatif  lho, karena ilmu ABS itu sangat bermanfaat dalam politik kantor. Lho iya, karena mana mungkin Anda bisa bekerja maksimal kalau Anda tidak tahu apa yang atasan Anda mau, suka, inginkan, dan harapkan dari Anda? Para bos itu sudah pasti datang dari berbagai tipe. Tugas Anda adalah harus mampu mengenali mereka termasuk tipe yang seperti apa, misalnya jika atasan Anda adalah tipe yang berorientasi kerja berarti Anda harus menunjukkan kontribusi maksimal bagi perusahaan. Ada  adalah tipe atasan yang berorientasi pada keaktifan pegawai selain pekerjaan sehari-hari, berarti pergaulan Anda di kantor harus banyak. Ingat, semua itu Anda lakukan bukan berarti Anda harus kehilangan jati diri, tapi itu memang upaya nyata Anda dalam beradaptasi. Kalau Anda tidak mampu menunjukkan diri, lha terus bagaimana Anda bisa dikenal, boro-boro disukai atasan.

 

  1. Buat Pasukan

Maaf sebelumnya, tapi bagi saya memiliki kepribadian yang menyenangkan dan diskusi semua orang itu Cuma di negeri dongeng. Dalam dunia kerja Anda tidak akan sanggup mengontrol orang yang tidak suka, pura-pura suka, atau benar-benar suka dengan orang kantor yang berbeda-beda, care & helpful bagi teman lain yang membutuhkan, positif, dan sharing berbagai ide kreatif. Apa gunanya? Ya jika ada kabar yang ingin “menjatuhkan”, Anda punya cukup pendukung untuk membuktikan bahwa itu tidak benar. Bergaul juga membuat Anda semakin ahli dalam membaca karakter orang. Ya, prestasi kerja memang penting, tapi kalau Anda tidak supel, mau berharap apa?

Politik kantor akan selalu ada, tinggal dosisnya saja yang berat atau ringan pada suatu instansi tertentu. Semua pilihan ada di tangan kita sebagai orang yang memutuskan bekerja untuk orang lain. If you don’t define yourselves, your enemies will define you.

 

 

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri