Dyah Ayu Purnama Sari – When Bali Little Duck’s Blogging

Kalimat-kalimat banyolan itulah yang muncul untuk mengawali perkenalan Dyah Ayu Purnama Sari sebagai penulis di blog-nya sendiri yang beralamatkan www.itikbali.com. Saking populernya blog tersebut, nama Dyah Ayu Purnama Sari pun sempat tersamarkan dengan nama penanya yang ikonik yakni Itik Bali. Dijamin para blogger pun lebih familiar dengan nama Itik Bali ketimbang nama asli penulisnya. Perempuan kelahiran Denpasar, 27 Maret 1995 ini pun tidak keberatan jika orang-orang di dunia maya atau pun di sekitarnya lebih suka memanggilnya dengan sebutan Itik Bali. Baginya nama tersebut membawa berkah.

Bagaimana tidak, berkat blog Itik Bali lah putri dari pasangan I Nyoman Arimbawa dan drh. Fitri Muntiari ini berhasil mendapatkan kesempatan untuk menerbitkan bukunya sendiri. “Itik Bali; Amis tapi Nyata” adalah karya yang berhasil mengorbitkan dara yang kini mengenyam pendidikan S1 Sastra Jepang di Universitas Udayana ini. Tak berhenti sampai di sana, tawaran menulis novel di tahun 2013 ini pun juga menyambanginya. Blog Itik Bali yang dikelola perempuan yang juga akrab disapa Ayu ini telah memiliki jumlah visitor dengan angka mencapai ratusan ribu lebih, dimana page rank-nya selalu berada di tiga besar. Maka tak heran, jika sosok Itik Bali begitu akrab di dunia perblogeran. Lewat hobi ngeblog dan menulisnya itu pun, Ayu sempat memenangkan beberapa kejuaraan seperti 5 Bloger Remaja Terbaik perta Blogger tagun 2010 yang diselenggarakan oleh salah satu provider telp seluler, Terbaik 1 dalam kompetisi menulis yang diadakan Leutikaprio serta Juara 1 Menulis Artikel Tentang Korupsi.

Beruntung di sela-sela kesibukan Ayu sebagai mahasiswa, entrepreneur, blogger sekaligus penulis itu, M&I Magz berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan dara yang berdomisili di Tabanan ini. Banyak hal yang ia bagi. Mulai dari awal ketertarikannya dengan dunia blog, proses kreatif kepenulisan novel-novelnya hingga dunia entrepreneur yang baru dijajakinya tahun ini. Berikut petikan panjangnya!

Bagaimana awalnya kamu menyukai dunia blog?
Aku mulai ngeblog sejak masih duduk di bangku SMP kelas 3, ya sekitar tahun 2009 lah. Waktu itu masih belum banyak teman yang ‘ngeh’ dan melek dengan internet. Tapi justru aku yang terlebih dahulu keranjingan internet. Aku mulai suka browsing informasi-informasi dari artikel yang ada di internet. Ya ketimbang beli buku mahal-mahal, mending langsung cari informasinya di internet. Aku malah biasanya sering baca buku di Google Books. Tanpa aku sadar, informasi-informasi yang biasanya aku dapetin itu ternyata juga berasal dari beberapa blog orang. Dari sana aku pikir kayaknya asik juga nih kalau punya blog pribadi yang isinya tulisan-tulisan kita sendiri. Tanpa berlama-lama lagi, aku pun mencari-cari informasi di Google, terkait cara membuat blog hingga akhirnya kini punya blog yang dikenal dengan nama Itik Bali.

Konsep blog kamu sebenarnya apa dan postingan pertamamu bercerita tentang apa?
Namanya juga postingan pertama pastilah lebih membahas tentang perkenalan dan identitasku di Blog. Memang tulisan-tulisan yang ada di blog ku itu dominan bercerita tentang pengalaman keseharianku sih. Ya seputar dunia cewek dan sekitarnya tapi dari sudut pandang kehidupan pribadiku. Tapi semua kisah itu aku bungkus dengan gaya bahasa yang ringan dan cenderung komikal. Karena pada dasarnya, aku itu orangnya humoris kok, hehehe…. Awalnya memang nggak punya konsep khusus untuk blog ini. Karena, aku nyamannya nulis tentang kegiatan sehari-hariku, maka postingannya pun lebih banyak berkutat tentang hal tersebut. Lambat laun, aku juga menyisipkan cerpen dan puisi karanganku di sana.

Buat kamu sendiri, apa sih serunya ngeblog?
Ya asik aja sih, kalau tulisan-tulisanmu bisa dibaca oleh banyak orang di blog. Apalagi aku memang dari sebelum ngeblog, sudah hobi dengan yang namanya menulis. Berkat adanya blog, jadi lebih memantapkan passion menulis ku itu.

Nama blog kamu unik, Itik Bali. Apakah ada filosofi atau makna dibalik nama itu?
Nggak ada makna khusus kok. Itik itu nama kecilku. Dulu keluarga dan tetangga sering banget manggil aku dengan sebutan itu. Nggak ngerti kenapa ya!? Awalnya ibuku yang sering dipanggil ‘pitik’, kemudian giliran aku deh yang ikutan kena panggilan ‘itik’ tersebut. Nah, karena Ayu asalnya dari Bali jadi lebih enak kan kalo disisipin Bali di belakang nama Itik itu. Buat aku sih, nama Itik Bali itu memberi hoki buat blog ini, hehehe…

Sejak kapan mulai memakai domain dot com?
Awalnya aku pakai blogspot. Kalau pakai domain .com sih baru dari tahun 2010 lalu. Itu gara-gara aku ikutan Google AdSense bareng teman.

Bagi trik dong gimana caranya bisa ikutan Google AdSense?
Sebenarnya yang ngerti Google AdSense itu temanku. Karena temanku sendiri melihat grafik kunjungan di blogku itu sudah cukup tinggi. Kalau nggak salah sih jika page rank blog sudah mencapai minimal peringkat 3 aja, sudah bisa ikutan Google AdSense. Jadi aku sih cuma ngurusin konten-konten blognya. Nanti hasil dari Google AdSense kita bagi dua. Lumayan kita bisa menghasilkan 10 juta dari ikutan Google AdSense tersebut. Tapi sekarang aku sudah mengerjakan itu sendiri, meski memang pemasukannya hanya 3 juta per bulan, tidak sebesar saat bareng dia dulu. Banyak faktor sih yang mempengaruhi, karena memang nggak mudah untuk bermain di Google AdSense.

Bagaimana cara menaikan page rank?
Kalau dibilang rajin posting juga nggak kok. Dalam seminggu paling aku cuma bisa nulis tiga postingan saja. Ya kalau bisa sih jangan malas posting. Enggak enak juga kan kalo blognya sepi dan jarang di-update, nanti pembaca yang setia malah pergi. Tapi aku percaya selain kuantitas postingan, faktor blogwalking itu punya kekuatan dominan yang bisa menaikan page rank. Aku memang sering melakukan blog walking, berkunjung dari satu blog orang ke blog orang lainnya. Tidak hanya sekedar membaca posting-postingan mereka, tapi juga meninggalkan ‘jejak’ di sana, alias memberi komentar dan identitas kita pada kolom comment posting mereka. Di sana kamu juga bisa ajak mereka untuk mengunjungi balik ke blogmu.

Bisa ceritakan bagaimana kamu bisa mendapat tawaran menulis buku?
Aku harus berterimakasih banyak dengan blog Itik Bali ini. Semuanya memang berawal dari sini. Sekitar tahun 2011 ada penerbit bernama Bentang Belia dari Bentang Pustaka tertarik dengan profil dan trafik blogku. Kemudian mereka menawarkan aku untuk menulis sebuah buku yang nantinya akan langsung diterbitkan oleh mereka. Tanpa pikir panjang, aku pun langsung mengiyakan. Bagiku ini adalah kesempatan yang sangat langka. Apalagi mereka memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk ku bebas berekspresi dengan karyaku.

Penerbit tidak menuntut banyak hal, apalagi memaksaku untuk menulis sesuatu yang tidak aku sukai. Mereka malah memintaku untuk menjadi diri sendiri saat menulis buku Itik Bali tersebut. Sebenarnya Itik Bali ini buku keduaku. Aku pernah menerbitkan buku pertama lantaran memenangkan sebuah lomba menulis yang diselenggarakan oleh Leutikaprio. Judul bukunya Itikroskop dan dijual secara online.

Jadi apa yang ingin kamu sampaikan dari buku Itik Bali itu?
Itik Bali ini sebenarnya isinya separuh dari konten blog dan separuhnya lagi pure baru aku tulis. Konsepnya sih masih berkutat tentang pengalaman keseharian aku. Gaya bahasanya pun lebih cenderung komikal persis seperti di blog Itik Bali. Aku nggak pengen serius. Meski ini tentang pengalaman keseharian, tapi aku membungkusnya dengan ‘sense of lebay’ yang lumayan gila, hehehe…. Aku hanya ingin siapa pun yang membaca buku ini merasa terhibur dan tertawa terus.

Dengar-dengar kamu sedang merampungkan buku ketigamu, boleh cerita?
Masih dari tawaran penerbit Bentang Belia, kali ini aku diminta untuk menulis novel yang murni fiksi. Beda banget dari Itik Bali. Sekarang novelnya masih dalam tahap pengeditan dan rencananya akan dirilis tahun 2013 ini.

Bagaimana dengan ceritanya?
Ceritanya sih lebih cenderung romance remaja. Kebetulan nuansa yang diadopsi cerita ini lebih ke K-Pop. Dari penerbit dan aku sendiri melihat fenomena K-Pop sedang booming di kalangan remaja masa kini. Dari sanalah kemudian aku terinspirasi untuk membuat cerita yang tokoh-tokoh serta setting ceritanya khas Korea.

Boleh tahu judul novel baru kamu itu?
Judulnya Romantic Cooking. Tentang seseorang yang menemukan passion-nya di bidang kuliner, dimana tanpa ia sangka juga dipertemukan dengan tambatan hatinya di sana. Untuk premis lengkapnya bisa dibaca nanti kalau sudah terbit ya!

Perbedaan apa yang kamu rasakan saat merampungkan novel terbaru ini?
Bedanya dengan novel Itik Bali ada di kontennya, yang separuh diambil dari beberapa postingan di blog, jadi mempermudah proses pengerjaannya. Itik Bali itu aku rampungkan dalam waktu 3 bulan lho. Kalau novel yang sekarang ini butuh waktu hampir 6 bulan untuk menuliskannya. Ya, karena aku sendiri harus riset tentang budaya dan segala hal berbau Korea sebelum benar-benar menuliskannya. Mulai dari penamaan karakter, nama makanan hingga detil-detil setting yang mengusung atmosfer Korea tersebut harus diperhitungkan dengan benar. Hampir sebulan aku mesti mengumpulkan informasi-informasi tersebut di internet.

Terakhir, apa harapan-harapan kamu ke depannya?
Semoga ke depannya tawaran menulis makin banyak berdatangan dan juga semoga ada sutradara yang tertarik untuk memfilmkan tulisanku, hehehe…!

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri