CREATIVE PRENEURSHIP

Shakespeare, nama in dikenal karena sejumlah karya besarnya dalam dunia teater. Picasso, dengan seni lukisnya yang indah. Adapula nama Mozart, gubahan simfoninya mengundang decak kagum hingga lintas generasi. Mereka adalah orang-orang yang selama ini dikenal sebagai tokoh dengan tingkat kreatifitas yang tinggi, lebih jauh dari kebanyakan orang yang hanya menghasilkan karya biasa-biasa saja. Mereka adalah orang-orang yang cenderung produktif dengan menggunakan otak kanannya, dan menafikan “benar-salah”, sebagaimana kinerja otak kiri. Namun seiring waktu, ternyata para pengguna otak kanan bukan hanya didominasi kalangan seniman. Pelan tapi pasti, nama-nama lain muncul kepermukaan dari berbagai latar belakang ilmu pengetahuan. Einstein atau Thomas Alfa Edison misalkan, tanpa pemikiran kreatifnya, mungkin saat ini bisa jadi dunia masih gelap gulita. Dalam bidang teknologi, Steve Jobs dan Bill Gates adalah nama lain yang bisa kita ke depankan. Kreativitas pada akhirnya menjadi roda penggerak sejumlah perubahan besar di muka bumi. Lalu apa itu kreativitas ?

Sejumlah pakar memberikan definisinya, kebanyakan dari mereka menjabarkan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk melihat sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda atau bahkan baru. Melihat persoalan yang tidak dilihat oleh orang kebanyakan,  melihat solusi ketika orang lain buntu. Tingkat kreatvitas setiap orang berbeda tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhinya. Motivasi, pengetahuan dan pelatihan yang ditempuh setiap orang, diyakini menajdi faktor pembeda kreatifnya seseorang dengan orang lainnya.

Dari sisi bisnis, maka kreativitas adalah fase yang membawa roda perusahaannya terus berputar dan tumbuh. Inilah alasannya mengapa ada perusahaan yang bisa bertahan lama hingga berganti abad, namun ada pula perusahaan yang tak lebih dari usia kebun jagung. Bahkan, ada pula perusahaan yang terus berkembang melewati berbagai rintangan. Dan hebatnya proses kreativitas yang melahirkan ide-ide, terkadang bisa muncul dari mana saja. Bahkan dari porduk-produk yang sudah dihasilkan sebelumnya.

Itu pula sebabnya, mengapa banyak pengusaha yang berhasil sukses dengan cara memodifikasi cara-cara lama dengan pendekatan baru yang lebih efektif dan praktis bagi konsumen. Ide-ide baru terkadang muncul dari hal-hal sederhana yang terkadang dianggap remeh orang lain.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri