Bermandikan Cahaya Kecantikan di CAHYA DEWI

Di lantai 1, suara cekrikan gunting dan hembusan hairdryer memecah keheningan. Ternyata, seorang wanita tengah ditata rambutnya oleh seorang hair stylist. Sementara, di lantai 2 terdengar riuh percakapan beberapa perempuan yang tengah bingung memilih kostum pernikahan mereka. Kain-kain songket elegan dan pernak-pernik pelengkap pakaian tradisional Bali yang dipajang makin mempersulit pilihan mereka. Ni Ketut Ari Wijayanti, S.E, selaku founder & owner Cahya Dewi terlihat menghampiri mereka dan ikut membantu menentukan pilihan. Pemandangan seperti inilah yang mewarnai hari-hari Cahya Dewi Salon, Spa & Bridal.

Ari, begitu sapaan akrabnya mengaku bahwa gedung tiga lantai yang kini ditempati Cahya Dewi Beauty Salon, Spa, & Bridal baru resmi di-launching pada pertengahan 2013 lalu. Awalnya, Cahya Dewi yang mengusung konsep bridal & makeup artist tersebut beroperasi di kediamannya. Usaha yang dirintis sejak 2011 ini pun mengalami perkembangan pesat, yang juga ditandai dengan banyaknya permintaan dan dorongan dari customer, agar Cahya Dewi mendirikan sebuah salon khusus. Akhirnya, Ari pun memperluas konsep bisnis kecantikannya dengan mendirikan Cahya Dewi Salon, Spa & Bridal di Jalan Letda Tantular No. 9, Depan Bank Indonesia.
Terjunnya Ari ke dunia bisnis kecantikan memang berawal dari hobinya dalam merias wajah.

Lulusan Strata 1 Jurusan Manajemen Bisnis Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Udayana ini pun sempat memilih untuk mempelajari tata rias secara formal dengan mengikuti sejumlah kursus kecantikan. “Dulu iseng-iseng saja ikut kurus salon di Rudy Hadysuwarno dan Menakjinggo. Selesai kursus di sana, barulah kemudian berani menawarkan jasa rias. Awalnya cuma sama keluarga dan teman-tema dekat saja, tapi entah kenapa akhirnya banyak orang yang minta untuk di rias. Mungkin dari mulut ke mulut,” kisahnya.

Dulu, semua permintaan tata rias yang mengalir pun dieksekusi Ari bersama satu orang asistennya. Ia belum memiliki tim tata rias khusus kala itu, bahkan usaha jasanya tersebut sebatas berkantor di rumahnya. “Dulu permintaannya belum sebesar sekarang, jadi saya masih bisa handle sendiri bersama asisten dan belum bisa membuat tempat bisnis khusus, jadi terpaksa dikerjakan dari rumah saja dulu,” kenang Ari.

Alumni SMAN 6 Denpasar ini pun akhirnya mengembangkan bisnis Cahya Dewi, yang awalnya lebih dikenal sebagai bridal, kini merambah salon kecantikan dan perawatan Spa. “Maka dari itu di lantai satu, saya sengaja tempatkan salon, agar orang tahu kalau Cahya Dewi itu juga menawarkan salon. Anda bisa potong rambut, cream bath, coloring, hingga hair spa,” kata wanita asli Badung, Kapal ini.

Tidak hanya dari segi pengembangan usaha, Ari pun membuat tim makeup artist khusus yang terdiri dari lima orang untuk menangani banyaknya permintaan klien untuk bridal. “Bisnis ini saya garap secara bertahap. Kebetulan ada jalan dari Tuhan, mengapa tidak saya gunakan kesempatan ini sebaikbaiknya. Dengan adanya tim yang kuat, baik di manajemen maupun operasionalnya, saya harapkan Cahya Dewi dapat memberikan pelayanan yang optimal,” imbuhnya.

Destinasi Calon Pengantin

Dengan tampilan dan konsep baru, Cahya Dewi kian memperkuat magnetnya sebagai salah satu pilihan terbaik wanita dalam mempercantik diri. Terutama bagi mereka yang tengah menanti detik-detik upacara pernikahannya, Cahya Dewi pun seakan hadir sebagai ‘penyelamat’ mereka. Mengusung tagline “Cahya Dewi Salon, Spa & Bridal One Shop Treatment with Good Quality & Good Price”, mereka mengerti betul cara mempersiapkan kebutuhan pernikahan, khususnya dalam hal tata rias dan kostum pengantin.

“Di sini, kami menyediakan penyewaan busana pengantin, baik yang bertema tradisional bali maupun Internasional. Untuk make-up dan hair do juga kami tangani langsung,” ungkap Ni Ketut Ari Wijayanti, S.E, selaku founder & owner Cahya Dewi. Tak heran di lantai 2 gedung mereka akan banyak ditemukan pakaian-pakaian pengantin Bali modifikasi serta gaun-gaun putih mewah terpajang rapi. Berbagai desain kostum pun memperkaya pilihan mereka.
Tak hanya untuk melengkapi momen puncak acara, semua fasilitas dan jasa rias pengantin tersebut dapat digunakan untuk keperluan pre-wedding. “Kami juga sudah berpengalaman banyak menangani pre-wedding untuk pengantin Bali maupun Internasional, baik yang dilakukan di Bali ataupun luar daerah. Kami secara total mengerjakannya,” papar Ari Wijayanti.

Perempuan kelahiran 3 Mei 1987 ini juga menambahkan, bahwa dalam sehari saja tim Cahya Dewi bisa menangani 10 pasang pengantin untuk pre-wedding saja. Begitu pula dengan wedding utamanya. “Kalau memang lagi hari baik menikah, kami akan fokus untuk menangani wedding-nya saja.

Sementara untuk permintaan pre-wedding biasanya kami oper di hari-hari normal, karena itu masih bisa untuk disesuaikan,” terang Ari. Menariknya yang membuat Cahya Dewi berbeda dari jasa bridal pada umumnya adalah ketersediaan paket khusus untuk prewedding treatment. Sebelum hari H, para calon pengantin akan dimanjakan dengan berbagai treatment Spa kecantikan. “Seminggu atau tiga hari sebelum hari H, kami bisa treatment mereka. Perawatan ini sangat baik untuk mempersiapkan mereka nantinya di hari H, agar bisa tampil lebih segar dan total,” tutur Ari. Menurutnya, konsep pre-wedding treatment tersebut masih jarang ditemukan di Bali. Inilah yang menjadi inspirasi sekaligus membawa nilai unik untuk Cahya Dewi sendiri.

Demi meningkatkan pelayanannya, Cahya Dewi pun telah mempaketkan khusus fasilitas dan jasa yang terkait treatment, pre wedding, wedding, make up, hingga costume rental, sehingga pelanggan bisa menyesuaikan dengan bujet pernikahan mereka. Tak hanya untuk keperluan pernikahan saja, jasa make up artist mereka juga diburu oleh para wisudawan serta untuk mereka yang tengah menggelar atau menghadiri selebrasi khusus, baik bersifat formal maupun informal.

Sesuai dengan motonya “Cahya Dewi Go Up!”, berbagai inovasi juga dikembangkan oleh Cahya Dewi, sehingga tidak hanya fokus pada bridal, tetapi juga merambah salon kecantikan dan Spa tentunya. Untuk perawatan Spa pun sengaja dibuat unik dengan menghadirkan fitur Spa khusus Ibu Hamil (Pregnancy Spa). Ari Wijayanti menilai perawatan Spa untuk Ibu Hamil masih terbilang minim ditemukan di Bali, sehingga terobosan ini diharapkan mampu menarik atensi para ibu-ibu muda di Bali.

Di samping itu, Ari juga punya keinginan untuk menambahkan jasa pembuatan wedding card & souvenir pada Cahya Dewi. Tentu ini akan membuat Cahya Dewi semakin diperhitungan sebagai “destinasi utama” bagi para calon pasangan muda. Mungkin Anda salah satunya?

 

 

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri