Berbagai Event & Festival di Bali

1. Omed-omedan Festival

Di Banjar Kaja Desa Sesetan Denpasar punya tradisi unik, yakni sebuah ritual ciuman massal yang disebut Omed-omedan. Tradisi ini biasanya digelar sehari setelah perayaan Nyepi dan hanya dilakukan oleh warga asli banjar setempat. Akan ada sekelompok pemuda dan pemudi ajang setempat yang dipertemukan dalam Omed-omedan ini. Mereka saling tarik-menarik untuk bisa berciuman, kemudian akan ada tetaua desa yang datang untuk mengguyur mereka dengana air sampai basah kuyub. Konon, warga setempat mempercayai kalau tradisi tersebut tidak dilaksanakan, desa mereka akan terkena wabah. Dalam perjalanannya, tradisi ini dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisata daerah setempat dan dikemas dalam bentuk festival rakyat satu hari.

 2. Pesta Kesenian Bali

Pesta Kesenian Bali (PKB) bisa dibilang festival tertua yang ada di Bali, di mana digagas oleh Mantan Gubernur Bali, prof. Ida Bagus Mantra dan digagas pada tahun 1979. Festival yang telah memasuki usia ke-37 di tahun 2015 ini menjadi ajang unjuk gigi seluruh seniman terbaik di Bali dalam menampilkan karya-karya seninya, entah itu dalam bentuk seni rupa, seni tari, seni drama, dan seni musik.  PKB biasanya berlangsung selama sebulan dan mengambil waktu di hari-hari libur panjang sekolah, sekitar bulan Juni atau Juli. Art Center menjadi venue utama penyelenggaraan PKB setiap tahunnya. Pawai Pembukaan PKB selalu menjadi bagian yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Bali, karena opening ceremony yang dikemas dalam bentuk karnaval itu menampilkan seluruh kesenian dari berbagai Kabupaten di Bali dan pun kesenian dari Nusantara hingga mancanegara.

 3. Perang Pandan. Tenganan

Setiap sasih kelima dalam penanggalan Kalender Bali, warga desa adat Tenganan Pegrisingan-sebuah desa tertua di Bali, di Kabupaten Karangasem menggelar sebuah ritual unik yang dikenal dengan sebutan Perang Pandan atau “Mekare-kare”. Upacara ini digelar tiap tahun sebagai penghormatan kepada Dewa Indra, Sang Dewa Perang. Dalam ritual Perang Pandan, dua pemuda akan saling berhadapan. Di kedua tangan mereka tergenggam daun pandan berduri dan sebuah tameng dari anyaman rotan. Tanpa basa-basi mereka pun saling melawan satu sama lain. Saling memukul punggung lawan dengan pandan berduri. Tradisi unik ini pun menjelma sebagai festival masyarakat setempat yang mampu menyedot antusiasme wisatawan untuk berkunjung ke Desa Tenganan.

 4. Ubud Writers & Readers Festival

Ubud Writers & Readers Festival termasuk sebagai salah satu festival terbesar di Bali yang mampu melewati eksistensi lebih dari satu dekade. Festival yang digagas oleh Janet DeNeefe, wanita berdarah Australia ini  menjadi barometer festival sastra bertaraf Internasional di Indonesia.

Bahkan festival ini mendapatkan predikat sebagai salah satu festival sastra terbaik di dunia versi Majalah Harper Bazzar Inggris. Setiap tahunnya, festival ini mengundang penulis, sastrawan, aktivis dan seniman untuk berbicara di panel-panel eksklusif mereka, di mana mendiskusikan sastra sebagai menu utama mereka. Nama-nama pembicaranya pun tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga Internasional dengan reputasi yang mengagumkan. Festival ini pun jadi ajang asik untuk mempromosikan wisata Ubud.

 5. Denpasar Festival

Denpasar Festival diluncurkan pertama kali tahun 2009 (sebelumnya bernama Gajah Mada Town Festival di tahun 2008). Digagas oleh Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, festival ini bertujuan untuk menunjukkan potensi Denpasar dalam bidang pariwisata, kewirausahaan dan ekonomi kreatif. Event ini juga menjadi strategi pemerintah kota dalam mengembangkan industri kreatif di Denpasar dan Bali pada umumnya. Tak heran, Denpsara Festival banyak diisi oleh pameran kewirausahaan yang menampilkan produk kretif dan inovatif. Pun ajang ini menjadi tempat terbaik untuk menikmati wisata kuliner serta pertunjukan seni Bali. Festival yang memasuki tahun ke-8 pada 2015 ini biasanya digelar di akhir tahun.

 6. Sanur Village Festival

Festival yang akrab disingkat SanFest ini menjadi salah satu festival terbesar dan tersukses yang diselenggarakan di Bali. Festival yang digagas oleh Yayasn Pembangunan Sanur sejak tahun 2006 ini bertujuan untuk memperkenalkan daya tarik pariwisata Sanur lewat pertunjukan seni dan tradisi yang dikemas begitu menarik. Berbagai kompetisi, festival kuliner dan pameran industri kreatif menghiasi Sanfest yang telah berusia 1 dekade ini. Setiap tahunnya, festival ini tidak hanya disesaki oleh wisatawan mancanegara, tapi juga warna lokal pun juga ikut menikmati euforianya.

 7. Nusa Penida Festival

Nusa Penida Festival pertama kali diperkenalkan pada tahun 2014 lalu, di mana di gelar di Nusa Penida. Festival ini menjadi ajang promosi wisata Nusa Penida yang terkenal sebagai spot diving terbaik dengan laut dan pantai tersembunyinya yang eksotis. Festival ini tidak hanya menunjukan potenso wisata alam Nusa Penida, tetapi juga sebagai pesta rakyat yang menampilkan beragam tradisi dan kesenian unik Nusa Penida. Di tahun 2015, Nusa Penida Festival kembali digelar, namun mengambil lokasi di Nusa Lembongan yang notabene merupakan wilayah dari gugusan kepulauan Nusa Penida.

 8. Nusa Dua Fiesta

Nusa Dua juga tak mau kalah mempromosikan potensi wisatanya lewat ajang Nusa Dua Fiesta. Festival ini dirancang untuk mencitrakan Bali dan kawasan Nusa Dua sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Event yang digelaroleh BTDC Nusa Dua ini menyuguhkan beragam penampilan seni tradisional Bali maupun seni modern. Tak ketinggalan dimeriahkan oleh stand-stand pameran kerajinan dan UMKM serta atraksi karnaval yang didukung oleh hotel-hotel di kawasan BTDC Nusa Dua.

9. Buleleng Festival

Tak hanya Bali bagian selatan dan tengah saja yang berlomba-lomba menggelar berbagai jenis festival, Bali Utara tepatnya di Buleleng juga tak ingin ketinggalan dalam mempromosikan potensi wisata daerahnya lewat konsep festival. Buleleng Festival digagas pertama kali pada tahun 2013, dimana mampu menarik antusiasme wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Buleleng. Festival ini layaknya pesta rakyat yang mampu menampilkan seluruh kesenian unik Bali Utara, baik serupa seni pertunjukan, seni rupa dan seni musik tradisional maupun kontemporer. Gelaran pertama Buleleng Festival mengambil tema “My City, My Pride” atau Kotaku Kebanggaanku.

10. Ubud Village Jazz Festival

Inilah festival jazz pertama di Ubud yang digelar dengan konsep begitu artistik dan intim dengan alam. Digagas oleh Anom Darsana dan Yuri Mahatma, Ubud Village Jazz Festival menjadi festival jass kelas internasional yang mampu menghadirkan para musisi dan instrumentalist jazz ternama, baik dalam negeri maupun luar negeri. Festival ini tidak hanya menampilkan sebuah panggung musik dengan atmosfer Ubud yang eksotis, tetapi juga menjadi event asik untuk berwisata kuliner ala Ubud.

11. Perang Tipat

Selain Perang Mekotek dan Perang Pandan, ada pula Perang Tipat, tradisi unik milik masyarakat Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung. Tradisi ini dilaksanakan setiap Purnama Kapat yang terkenal dengan nama Perang Tipat Bantal atau Aci Rah Pengangon. Tradisi ini digelar di depan Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Kapal, dimana kegiatan ini diawali dengan persembahyangan bersama di Pura tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan peperangan sengit yang berlangsung sekitar 40-an menit. Selepas perang, semua warga tertawa gembira dan saling menyalami. Tradisi ini memang bukan representasi dari kekerasan, tapi justru wujud rasa syukur dan harapan akan kesejahteraan.

12. Jazz Market By The Sea

Jazz Market By The Sea menjadi begitu istimewa, karena digelar dengan konsep live jazz music di tepi pantai. Dan ini bukan sekedar pesta musik jazz, karena Jazz Market juga mengekspos potensi Bali di bidang kuliner dan idustri kreatif lewat stand-stand pameran berkualitas. Tentu saja, event yang digelar tiap tahun ini mampu menarik antusiasme para wisatawan di Nusa Dua dan Tanjung Benoa.

13. Denpasar Film Festival

Satu-satunya festival film di kota Denpasar yang rutin digelar tiap tahunnya dan mengambil fokus kompetisi film dokumenter. Denpasar Film Festival lahir dari sebuah semangat untuk mengangkat dan memperkenalkan kembali film dokumenter ke ranah publik. Tidak hanya kompetisi, Denpasar Film Festival dalam penyelenggaraannya juga menyertakan pelatihan dan workshop film untuk mencetak talenta-talenta baru di bidang film dokumenter. Menariknya lagi, festival ini membuka kompetisinya untuk seluruh pecinta film di Indonesia, sehingga ini juga menjadi ajang yang baik untuk mempromosikan citra Denpasar di dunia perfilman Nasional.

 

 

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri