Begin Again

Jika pengalaman sinematikmu tidak hanya terbatas kepada filmfilm box-office berbudget besar kamu pasti akan mengenal Once, drama romantis kecil dari Irlandia yang akan dikenang selamanya oleh para moviegeors karena kombinasi maut dari sebuah cerita cinta natural dan kekuatan musikalitas luar biasanya. Dan butuh waktu sampai tujuh tahun kemudian bagi sang sutradara John Carney untuk mengulangi sensasi yang sama dengan rasa yang berbeda dalam Begin Again.

Settingnya dipindahkan Carney jauh dari Dublin ke New York, tempat di mana ceritacerita romantis klise ala Hollywood biasanya bersemayam, Tetapi tenang, Begin Again tidak seperi kebanyakan romansa Hollywood yang kamu kenal. Dibuka dengan dua kisah dari dua manusia berbeda yang disatukan dalam nyanyian open-mic di sebuah bar. Ada Dan Mulligan (Mark Ruffalo), bekas pengusaha rekaman hebat yang kini tengah berjuang mengatasi keterpurukan hidupnya pasca berpisah dengan sang istri.

Di tempat lain ada Greta (Keira Knightley), penulis lagu asal Inggris yang bersedih karena baru saja putus dengan pacarnya, Dave Kohl (Adam Levine) setelah mengetahui bahwa Dave yang juga seorang musisi terkenal itu berselingkuh dengan produsernya sendiri. Greta yang kecewa berniat untuk meninggalkan New York, namun sebelum pergi, Steve (James Corden ) sahabatnya memaksanya untuk melantunkan sebuah lagu yang kemudian menarik perhatian Dan.

Tidak pernah mudah membuat sesuatu yang lebih hebat dari yang pernah kamu buat dulu. Ya, Once adalah pencapaian terbaik seorang John Carney yang mungkin belum bisa ditandingi Begin Again. Tetapi bukan berarti karya terbaru Carney satu satu ini bisa kamu remehkan begitu saja.

Begin Again punya pesona dan kekuatannya sendiri. Memanfaatkan kekuatan chemistry bercita rasa Amerika-Inggris; Ruffalo dan Knightley dengan maksimal. Carney tahu benar bagaimana mengolah narasi cintanya agar tidak sampai jatuh ke jurang yang corny. Seperti Once, Carney masih berusaha menghindari segala rayuan gombal dari dialog-dialognya, menolak paksaan berciuman yang klise, menjadikan Begin Again sebagai sebuah romansa di mana dua di dalamnya terasa ‘jual mahal’.

Tetapi memang disitu letak keisitimewaan naskah Carney yang mencoba mengalirkan semuanya termasuk dialog-dialognya dengan lancar, meminimalisir ke-cheesy-an, membiarkan karakternya melebur dalam passion mereka tentang musik yang secara tidak langsung juga sudah sedikit demi sedikit meyembuhkan luka dari masa lalu mereka. Tentu saja masih ada percikan cinta meskipun tidak gamblang adegan berdansa menyusuri landmark-landmark New York yang gemerlap di malam hari, mendengarkan deretan lagu dari playlist klasik Greta yang menyenangkan itu adalah momen paling romantis di sini seakan sedikit melupakan bahwa keduanya masih punya konflik pribadi masing-masing; Greta dengan Dave, sementara Dan berusaha menjadi ayah yang baik buat putri semata wayangnya, Violet (Hailee Steinfeld) hasil pernikahannya dengan mantan istrinya, Miriam (Catherine Keener).

Berbicara soal musik, Once sudah membuktikan kualitas Carney dalam meramu sebuah drama dengan basis musik sebagai ‘punch line-nya’, Tidak terkecuali di Begin Again musik adalah bagian yang tidak bisa kamu pisahkan, seperi nafas dari film itu sendiri yang sama penting dengan narasinya. Carney mempercayakan setiap track-nya kepada frontman New Radical, Gregg Alexander bersama Cessyl Orchestranya yang juga melibatkan banyak nama-nama besar dari industri musik untuk menggarap soundtrack-nya macam produser dan penulis lagu Danielle Brisebois, Rick Nowles, Nick Southwood sampai aktor-musiisim jebolan Once, Glen Hansard. Hasilnya? Begin Again punya musikalitas jempolan, meskipun harus diakui pesona “Lost Stars” yang menjadi tembang utamanya masih berada sedikit di bawah “Falling Slowly” yang dibawakan penuh emosi oleh Glen Hansard di Once.

Seperti Once juga, kesan yang dihadirkan terasa realistis dan jujur. Emosi hadir melalui setiap sorotan mata, bahasa tubuh dan dialog-dialog, melalui setiap pendekatan perlahan yang dibangun manis dan lembut oleh kedua karakter utamanya yang berusaha move-on dari masa lalu dan tentu saja dari setiap lagu yang dinyanyikan untuk menyembuhkan dan memulai segalanya lagi dari awal.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter

Copyright © 2020 LESTARI MEDIA. All Rights Reserved . Designed by Literatur Negeri