Bali International Triathlon 2012

Potensi pariwisata dan tourisme yang demikian besar, akhirnya mengundang banyak negara berkompetisi untuk mempromosikan destinasi daerahnya, dan salah satu cara promosi yang belakangan kerap dilakukan dengan  menggelar even kejuaraan olahraga, salah satunya adalah Bali Internasional Triathlon yang baru dihelat pada 24 Juni lalu.

Ajang yang digelar untuk ke-6 kalinya tersebut dilaksanakan di hotel Intercontinental. Ajang tahunan ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata Bali dan menyita perhatian masyarakat domestik maupun warga internasional. Dan tidak percuma, karena tercatat 29 negara dengan total lebih dari 700 peserta turut ambil bagian dalam even olahraga ini.

Jumlah peserta terbanyak berasal dari Australia, Indonesia, Inggris serta Amerika Serikat dan sisanya terbagi dari negara-negara Eropa dan Asia lainnya.
Menurut Direktur Bali Triathlon Fathur Rozi, tahun ini lomba terasa lebih aman dan nyaman, karena panitia telah menyediakan lintasan yang lebih nyaman. “Jalur baru untuk balap sepeda dan lari dijamin bakal lebih datar. Para peserta juga bisa melaju lebih cepat. Ini sengaja kami lakukan untuk menambah semaraknya pelaksanaan Triathlon,” ungkapnya.

Seperti tahun lalu, tahun ini ada kelas utama yang dipertandingkan, yakni Olimpic All Item dan Sprint All Item, serta ada kelas tambahan yakni Run for Fun serta Kids Run. Kedua kategori baru ini ditujukan untuk menarik minat masyarakat agar dapat mengikuti ajang ini.

Untuk kategori Olimpic All Item dimenangkan oleh juara tim DKPH yang beranggotakan Samgar kalamsi, I Made Budiyasa dan Dyon Efendi dengan catatan waktu 2 jam 9 menit 16 detik. Urutan Kedua di raih tim beregu yang terdiri dari Mark Wiggin, Supaendi dan Supriyadi Supri dengan waktu tempuh 2 jam 10 menit 13 detik. Sedangkan juara ketiga di raih oleh tim Bali Riders yang beranggotakan Wark Fitpsimons, Ketut Jaya dan John Seram yang mampu membukukan waktu 2 jam 11 menit 59 detik. Pada kelas Olimpic ini para peserta di wajibkan berenang sejauh 1500 meter di Pantai Jimbaran, Badung, Bali. Kemudian dilanjutkan dengan bersepeda sejauh 42 kilometer, terakhir dengan lari sejauh 10 Km untuk menuju garis finish.

Dalam ajang beregu Sprint All Item dijuarai oleh semua tim dari Bali. Juara pertama diraih oleh Tim Balawista Badung 2 yang regunya terdiri dari Supriadi, Wayan Sudarta dan Dewa Made Juliarta dengan meraih finish total waktu 1 jam 10 menit 21 detik. Peringkat kedua di raih tim Australia Canggu Inter yang beranggotakan Alejandro Revilla, Brice van der Post dan Yasmeen dengan catatan waktu 1 jam 23 menit dan 36 detik, dan juara ketiga di raih tim BPR Lestari yang terdiri dari Ali Thomas, Eric Chandra dan Bobby Santosa dengan raihan waktu 1 jam 24 menit 46 detik. Dalam kelas sprint selain peserta di wajibkan berenang sejauh 500 meter, tim peserta lainnya juga diharuskan mengayuh sepeda sejauh 20 kilometer dan berlari 5 kilometer.

Bagi tim dari BPR Lestari, ajang ini merupakan kali pertama yang diikutinya. Menurut Alex P. Chandra selaku Komisaris bank tersebut, keikutsertaan Lestari menjadi sponsor merupakan bentuk perhatian BPR Lestari akan pentingnya olahraga terutama fitnes. “Kita ingin mendukung betapa pentingnya budaya sehat, bisa dilihat para bule-bule itu walau sudah tua, tapi masih dapat renang 1,5 km, ini terlihat betapa mereka masih bugar,” ungkap banker ini saat mendampingi timnya.
Persiapan Lestari Team sesungguhnya sudah sangat baik, menurut Bobby Santosa, selama latihan, mereka telah mampu membukukan waktu 1:15 menit, lebih baik 5 menit dari juara tahun lalu yang mencetak waktu 1:20 menit. Namun, tim harus banyak kehilangan waktu direnang, “Tenyata saat latihan dan keadaan nyata berbeda jauh, kita latihan dikolam, sedangkan disini kita ditendang dan banyak meminum air, serta kita harus melawan arus,” ungkap Ali Thomas. Walau mencatat waktu 20 menit direnang, namun melalui lintasan sepeda dan lari, tim BPR Lestari mampu memperkecil ketertinggalan, dan akhirnya sanggup naik podium ketiga.

Menurut Eric Chandra, timnya tampil baik dalam ajang ini, dan melihat pencapaian tersebut, Eric yakin tahun depan tim Lestari dapat menjadi juara pertama, karena dari catatan waktu, timnya hanya tertinggal 1 menit dari juara kedua.”Tahun depan kita akan mengikuti lagi ajang ini, dan kita optimis juara satu akan kita raih,” terangnya. Bagaimana pun, ini adalah sebuah pencapaian prestasi yang membanggakan, selamat untuk para pemenang.

Related News

Leave a Reply

Flag Counter